Titik api meningkat, Riau ditetapkan status tanggap darurat karhutla

Lingkungan437 Dilihat

Pekanbaru (RiauNews.com) –  Status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan ditetapkan menyusul tingginya lonjakan titik api di wilayah Provinsi Riau sepekan terakhir.

Keputusan tersebut diumumkan Gubernur Riau Abdul Wahid  secara resmi usai pertemuan bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Gedung Daerah Balai Serindit, Pekanbaru, Selasa (22/7/2025).

“Mulai hari ini, saya menetapkan status tanggap darurat,” tegas Gubernur Abdul Wahid.

Penetapan status ini memungkinkan pemerintah daerah mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada, termasuk bantuan logistik dan teknologi dari pemerintah pusat serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

Langkah tersebut diambil sebagai respons atas peningkatan drastis titik api, terutama di Kabupaten Rokan Hilir dan Rokan Hulu. Kedua daerah ini tercatat sebagai wilayah dengan kebakaran terbanyak dan menjadi perhatian serius setiap tahun.

“Kita lihat dari titik api di Rokan Hilir dan Rokan Hulu yang paling banyak. Sehingga kita minta kepada seluruh pihak terkait hari ini harus gerak lebih lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, Riau telah berada dalam status siaga darurat sejak 27 Maret hingga 30 November 2025. Namun, kondisi terkini yang makin mengkhawatirkan membuat Pemprov Riau mengambil langkah lebih tegas.

Dalam arahannya, Gubernur Abdul Wahid juga meminta dukungan penuh dari pemerintah kabupaten/kota untuk memperketat pengawasan dan meningkatkan upaya pencegahan karhutla. Ia menekankan bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar masih menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran.

“Oleh karena itu himbauan kami kepada Wali Kota/Bupati terus mengedukasi masyarakat, jangan melakukan buka lahan dengan cara membakar,” imbaunya.

Gubernur juga menegaskan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam mengawasi langsung aktivitas masyarakat di lapangan.

“Saya minta Bupati/Wali Kota dan jajaran dapat mengawasinya karena membersihkan lahan dengan cara membakar ini sangat cepat menyulut api hingga membesar dan akhirnya tidak terkendali,” tutupnya.

Dengan status tanggap darurat ini, seluruh pihak diharapkan dapat bergerak cepat dan bersinergi guna menanggulangi potensi karhutla yang semakin meluas.

Komentar