Kondisi Gunung Semeru saat menunjukkan aktivitas vulkanik
Lumajang (Riaunews.com) – Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Sabtu (5/7/2025) pukul 01.31 WIB. Petugas Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, Liswanto, A.P., menyampaikan bahwa tinggi kolom letusan belum dapat dipastikan karena erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat.
Gunung Semeru saat ini berada pada status Waspada atau Level II. Menyikapi aktivitas vulkanik tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat guna meminimalkan risiko bencana.
Berikut imbauan resmi dari PVMBG:
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di Besuk Kobokan dalam radius 8 kilometer dari pusat erupsi.
Tidak ada aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai Sempadan sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah ini berpotensi terlanda awan panas dan aliran lahar hingga 13 kilometer dari puncak gunung.
Aktivitas warga juga dilarang dalam radius 3 kilometer dari kawah/puncak karena rawan terhadap lontaran batu pijar.
Masyarakat diimbau mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar yang mengalir melalui sungai atau lembah yang berhulu di puncak, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan terhadap potensi lahar di anak-anak sungai Besuk Kobokan yang bisa membawa material vulkanik saat hujan turun.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas erupsi masih berlangsung. Pihak berwenang terus memantau perkembangan Gunung Semeru dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada serta mengikuti arahan dari pemerintah dan petugas di lapangan.