Update terakhir tragedi KMP Tunu Jaya Pratama, 28 korban masih dalam pencarian

Utama1238 Dilihat
Kepala Banda Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya Mohammad Syafii saat memberi ketrangan pers

 

Bali (RiauNews.com) -Situasi pelabuhan Ketapang Banyuwangi saat ini masih dipenuhi keluarga penumpang KMP Tunu Jaya Pratama untuk memperoleh informasi terkini hasil pencarian korban yang belum ditemukan.

Informasi terakhir yang diperoleh RiauNews.com, dari data manifes penumpang KMP Tunu Jaya Pratama, sekitar 28 orang lagi belum ditemukan,   31 orang selamat dan 6 dinyatakan meninggal dunia.

Berikut nama korban meninggal yang telah teridentifikasi:

  1. Anang Suryono, Pria,  (59), asal Mangunharjo, Probolinggo, Jawa Timur.
  2. Eko Satriyo, Pria, (50), asal Desa Klatak Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur
  3. Elok Rumantinir, Perempuan, (33), asal Sritanjung Banyuwangi, Jawa Timur
  4. Cahyani, Perempuan, (45), asal Desa Krajan Kulon, Banyuwangi, Jawa Timur
  5. Fitri April Lestari, Perempuan, (33),  asal  Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur
  6. Afnan Aqil Mustafa, Balita, (3) asal banyuwangi, Jawa Tumur

Pencarian di pesisir Jembrana sempat, tadi malam, Kamis (3/7/2025), sempat dihentikan karena kondisi cuaca kurang menguntungkan akibat hujan deras yang menerpa kawasan tersebut. Pencari baru dilanjutkan pagi ini, Jumat (4/7/2025).

Petugas gabungan dari Basarnas , TNI Angkatan Laut dan kepolisian sejak pagi terus menyuri kawasan tepi pantai dan mulai memperluas pencarian.

Pihak terkait juga menghimbau agar kapal- kapal serta nelayan yang tengah beroperasi di lintas Banyuwangi – Gilimanuk agar memberikan info secepatnya ke posko gabungan bila menemukan korban lainnya.

Sementara itu, Kepala Banda Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya Mohammad Syafii menyebutkan bahwa pihaknya telah mengirim  Helikopter AS-365 guna melakukan observasi visual udara di Selat Bali agar dapat melakukan evaluasi dan koodinasi taktis sebagai upaya pencarian dan penyelamatan korban.

“Kami juga mengirimkan Basarnas Special Group, yaitu tim kerja yang memiliki kualifikasi khusus, under water rescue,” ungkap Syafii dalam konfernsi pers.

Komentar