Del Monte Ajukan Kebangkrutan, Dapat Suntikan Dana Rp14,8 Triliun untuk Tetap Beroperasi

Utama1161 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Perusahaan makanan asal Amerika Serikat, Del Monte, resmi mengajukan kebangkrutan meski mengantongi pendanaan baru sebesar USD 912,5 juta atau sekitar Rp14,8 triliun (asumsi kurs Rp16.224 per dolar AS). Pendanaan ini diklaim akan memungkinkan perusahaan tetap beroperasi selama proses penjualan, termasuk saat menghadapi puncak musim pengalengan.

Dalam dokumen pengadilan, Del Monte melaporkan total kewajiban yang diperkirakan mencapai antara USD 1 miliar hingga USD 10 miliar (setara Rp16,22 triliun–Rp162,26 triliun). Langkah pengajuan kebangkrutan ini menandai tekanan berat yang dihadapi perusahaan berusia lebih dari satu abad tersebut.

“Dengan struktur modal yang lebih baik, posisi keuangan yang lebih baik, dan kepemilikan baru, kami akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk meraih kesuksesan jangka panjang,” ujar Longstreet, perwakilan perusahaan, dalam pernyataan resmi.

Del Monte mengungkapkan bahwa perubahan preferensi konsumen menjadi salah satu penyebab utama krisis ini. Penurunan permintaan terhadap makanan kaleng menyebabkan perusahaan harus menanggung biaya tinggi untuk menyimpan kelebihan stok dan meningkatkan pengeluaran promosi agar produk tetap terjual.

“Preferensi konsumen telah beralih dari makanan kaleng yang mengandung bahan pengawet ke alternatif yang lebih sehat,” ujar Global Head of Legal and Restructuring Debtwire.

Didirikan pada 1886, Del Monte dikenal luas di industri makanan dan sempat membangun pabrik pengalengan ikonik di San Francisco pada 1907. Pada 1909, perusahaan mengklaim mengoperasikan pabrik pengalengan buah dan sayuran terbesar di dunia.

Kini, di tengah tekanan utang dan penurunan kinerja bisnis, Del Monte berjuang untuk bertahan hidup di industri yang terus berubah.