Intip kelayakan Chery Tiggo Cross sebagai SUV pesaing Toyota Raize

Otomatif1026 Dilihat

Pekanbaru (RiauNews.com) – Chery sebagai salah satu merk mobil asal Cina memperkenalkan Chery Tiggo Cross dan telah dipamaerkan di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 beberapa waktu lalu sebagai anggota terbaru dari keluarga Tiggo, menggantikan Tiggo 5x (alias Tiggo 4 Pro) di pasar ekspor.

SUV ini berukuran kompak namun memiliki proporsi modern, panjang sekitar 4.320 mm, lebar 1.831 mm, tinggi 1.652 mm, dan wheelbase 2.610 mm. Dengan harga peluncuran cukup agresif, Rp 239,5 juta (Comfort) dan Rp 269,5 juta (Premium) OTR Jakarta untuk 1.000 pelanggan pertama.  Tiggo Cross menempati segmen SUV crossover entry-level yang menarik perhatian pasar, terutama terhadap rival seperti Toyota Raize, Suzuki Grand Vitara, dan Hyundai Creta. Bahkan  pesanan awal mencapai lebih dari 500 unit selama IIMS.

Secara keseluruhan, eksterior didesain mengusung tema “Biometric Tiger Face” menjulang lewat grille berlian, lampu LED vertikal ala “Tiger Claw”, overfender, sideskirt, hingga roof rail sporty Varian premium menampilkan pelek 17–18 inci dan kaliper rem merah yang agresif.

Selain itu, kabin modern dan ergonomis dilengkapi layar ganda 10,25″ (instrument dan infotainment), konektivitas nirkabel Android Auto/Apple CarPlay, asisten suara, jok faux‑leather, dan panoramic sunroof di varian Premium. Material soft-touch dan dashboard minimalis meningkatkan nuansa premium .

Sementara mesin mengandalkan 1.5 L NA 4‑silinder menghasilkan tenaga 114–116 PS dan torsi 138 Nm, dipadukan transmisi CVT dengan penggerak roda depan (FWD). Ground clearance sekitar 185–190 mm memberikan kenyamanan dan kemampuan pick-up jalanan kota . Perpindahan CVT halus dan cukup efisien untuk penggunaan harian .

Varian Comfort sudah dibekali 4‑6 airbag, kamera mundur, sensor parkir, ISOFIX, dan Vehicle Body Anti‑Theft system. Sementara varian Premium menawarkan 15 fitur ADAS yang meliputi Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, Auton, Emergency Braking, Traffic Jam Assist, Blind Spot Detection, Rear Cross Traffic Alert & Braking. Semua itu menunjukkan fokus utama Chery pada Cross Level Safety.

Harga, Garansi & Purna Jual

  • Harga OTR Jakarta saat peluncuran: Rp 239,5 juta (Comfort) dan Rp 269,5 juta (Premium). Saat ini harga naik menjadi Rp 249,5 juta dan Rp 279,5 juta .
  • Garansi mesin hingga 10 tahun atau 1 juta km, garansi kendaraan 6 tahun/150 ribu km, hingga gratis jasa & suku cadang selama 4 tahun/60 ribu km.
  • Ditambah garansi buy-back 70 %, paket Extra Care, dan paket cicilan ringan mulai Rp 5 jutaan.

Bila tertarik membelinya, berikut beberapa catatan yang mungkin dapat menjadi pertimbangan:

 Nilai kompetitif: Tiggo Cross menawarkan paket fitur canggih—terutama ADAS—di kelas harga yang lebih terjangkau dibandingkan para kompetitor Jepang/Corea. Garansi ekstensif juga jadi keunggulan yang menarik.

Desain menarik: Eksterior tiger‑inspired dan interior premium mencitrakan value lebih dari harga. Namun, mesin NA 1.5L mungkin kurang menggigit jika dibandingkan turbo pada rival.

Kenyamanan & teknologi: CVT halus, ground clearance memadai, layar ganda, dan sunroof memenuhi kebutuhan harian keluarga muda.

Rekomendasi: Jika kamu mencari crossover stylish, fitur lengkap, dan perlindungan purna jual unggul—dengan budget Rp 250–280 juta—Chery Tiggo Cross adalah pilihan yang solid. Tapi untuk performa lebih agresif, rival turbo mungkin lebih cocok.

Dari informasi yang dikumpulkan, kendaraan ini masih memiliki kekurangan, diantaranya:

  1. Performa Mesin Kurang Bertenaga
  • Mesin 1.5L naturally aspirated (NA) hanya menghasilkan 114–116 PS dan torsi 138 Nm, kalah jika dibandingkan rival yang memakai turbo (seperti Toyota Raize Turbo atau Honda WR-V RS Turbo).
  • Akselerasi terasa biasa saja, terutama saat membawa penumpang penuh atau di jalan menanjak.
  1. Belum Ada Pilihan Mesin Turbo
  • Di pasar global, Tiggo series tersedia versi turbocharged, namun di Indonesia belum ditawarkan.
  • Padahal mesin turbo sangat diminati di segmen SUV kecil saat ini karena memberikan performa dan efisiensi lebih baik.
  1. Brand Image & Jaringan Purna Jual
  • Nama Chery di Indonesia masih menghadapi tantangan kepercayaan konsumen, karena pernah hengkang dari pasar pada tahun 2010-an.
  • Jaringan dealer dan bengkel masih terbatas, terutama di luar kota besar. Ini bisa menyulitkan untuk servis atau klaim garansi.
  1. Transmisi CVT Kurang Responsif untuk Pengemudi Agresif
  • CVT memang nyaman dan hemat, tapi kurang cocok untuk pengemudi yang menyukai akselerasi spontan. Saat kick-down, terasa jeda atau “lag”.
  1. Tidak Semua Fitur Premium Tersedia di Varian Bawah
  • Varian Comfort tidak mendapatkan fitur ADAS, panoramic sunroof, jok elektrik, atau kamera 360.
  • Artinya, untuk mendapatkan fitur-fitur unggulan, konsumen harus memilih varian Premium yang lebih mahal.
  1. Resale Value (Nilai Jual Kembali) Masih Dipertanyakan
  • Karena Chery merupakan merek Tiongkok yang baru re-entry ke Indonesia, nilai jual kembalinya belum terbentuk kuat.
  • Potensi depresiasi lebih tinggi dibanding merek Jepang/Korea yang sudah mapan.

 

Komentar