Bank Indonesia, MES DIY, dan KDEKS Gelar FGD Perkuat Ekonomi Syariah DIY

Yogyakarta (Riaunews.com) – Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (BI DIY) bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) DIY menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah DIY: Refleksi 2025 dan Arah Strategi Kolaboratif 2026”. Kegiatan yang berlangsung pada 25–26 November di Hotel Grand Rohan Yogyakarta ini diikuti lebih dari 70 peserta dari berbagai unsur, mulai dari akademisi, pemerintah daerah, lembaga keuangan, pelaku industri halal, hingga komunitas usaha. Forum ini bertujuan memperkuat konsolidasi ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di DIY melalui kolaborasi lintas lembaga.

Kepala Perwakilan BI DIY, Sri Darmadi Sudibyo, membuka acara dengan menekankan pentingnya ketangguhan Indonesia dalam persaingan global ekonomi syariah. Ia menyatakan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis untuk memimpin inovasi di sektor industri halal dan keuangan syariah. Ia juga menyoroti keunggulan DIY sebagai kota pelajar yang potensial menjadi pusat inovasi ekonomi syariah, termasuk melalui aplikasi “Gandeng Gendong” yang menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan ZISWAF. Sri Darmadi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menyusun roadmap kolaboratif sebagai strategi bersama memasuki 2026.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto, menegaskan bahwa ekonomi syariah Indonesia mengalami akselerasi yang membanggakan dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut Indonesia kini berada pada peringkat ketiga ekosistem ekonomi syariah dunia dan menargetkan posisi pertama pada 2029. Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan semakin besarnya kontribusi ekonomi syariah terhadap pembangunan nasional.

Wakil Ketua Umum MES DIY, Priyonggo Suseno, menambahkan bahwa pembangunan ekonomi syariah membutuhkan orchestrated collaboration antar-lembaga. Ia menilai kolaborasi terstruktur dapat memperkuat rantai nilai industri halal, riset akademik, inovasi model bisnis, serta peran generasi muda dalam pembangunan umat. MES DIY, kata dia, siap menjadi penghubung untuk memastikan program ekonomi syariah di DIY berjalan terukur dan memberikan dampak nyata.

FGD juga menghadirkan dua narasumber daring, yakni Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Yono Haryono serta Deputi Direktur Hukum Ekonomi Syariah KNEKS Dr. Dece Kurniadi. Keduanya memaparkan perkembangan ekonomi syariah nasional dan arah kebijakan menuju 2026, termasuk pentingnya integrasi data, penguatan rantai pasok halal, optimalisasi potensi pesantren, dan sinergi regional untuk mendukung target Indonesia sebagai pusat industri halal dunia. Setelahnya, forum berlanjut dengan enam sidang komisi tematik yang membahas isu-isu seperti industri halal, UMKM syariah, pariwisata ramah muslim, hingga kemandirian ekonomi pesantren.

Forum akan ditutup pada hari kedua dengan Sidang Pleno Kompilasi Hasil FGD, yang merumuskan integrasi rekomendasi antar-sektor untuk arah strategi kolaboratif 2026. Pleno tersebut akan melahirkan policy brief berisi analisis situasional, rekomendasi kebijakan, dan rencana tindak lanjut yang dapat menjadi acuan bersama bagi BI DIY, KDEKS DIY, MES DIY, dan pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Yogyakarta.

Komentar