Perpusnas Dorong Syair Perang Siak Diadaptasi Menjadi Buku Anak dan Komik

Budaya, Siak30 Dilihat

Siak (Riaunews.com) — Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI mendorong Pemerintah Kabupaten Siak mengembangkan Syair Perang Siak menjadi buku bacaan anak-anak dan komik agar lebih mudah dipahami generasi muda.

Dorongan tersebut disampaikan Deputi I Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas RI, Suharyanto, dalam seminar penganugerahan Syair Perang Siak sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2026 yang digelar secara virtual, Senin (19/10/2026).

Suharyanto mengatakan, pengakuan Syair Perang Siak sebagai IKON perlu ditindaklanjuti melalui berbagai upaya pengembangan naskah, mulai dari penelitian hingga publikasi dalam format yang lebih beragam.

“Upaya yang dapat dilakukan antara lain melalui penelitian, transliterasi, penerjemahan, dan alih wahana ke dalam bentuk buku bacaan anak-anak atau komik,” kata Suharyanto.

Pengakuan IKON Diharapkan Perluas Akses Sejarah Melayu

Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan, Syair Perang Siak memiliki nilai penting dalam memperkenalkan sejarah dan kekayaan sastra Melayu kepada generasi muda.

“Melalui karya ini, kita dapat mempelajari sejarah, memahami cara masyarakat pada zamannya menyampaikan pengalaman, serta mengenal kekayaan bahasa dan sastra Melayu,” kata Afni, Selasa (20/10/2026).

Ia berharap penganugerahan IKON 2026 dapat memperkuat kerja sama antara Perpusnas RI dan Pemerintah Kabupaten Siak dalam memperluas akses masyarakat terhadap naskah bersejarah tersebut.

Menurut Afni, pengembangan dan pengenalan Syair Perang Siak perlu terus dilakukan agar generasi muda dapat mengenal warisan sejarah dan sastra daerahnya.

Filolog Ingatkan Tindak Lanjut Tak Berhenti pada Seremoni

Filolog Riau sekaligus dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning, Lik Idayanti, M.Hum., mengingatkan agar pengakuan Syair Perang Siak sebagai IKON tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

“Syair Perang Siak sudah menjadi IKON, tetapi pertanyaan sederhananya, apakah tugas kita sudah selesai? Sertifikat sudah diterima, foto sudah dibuat, dan seminar sudah dilaksanakan,” ujar Lik Idayanti.

Ia menilai, tindak lanjut pengakuan tersebut perlu diarahkan pada bidang pendidikan, penelitian, digitalisasi, dokumentasi sumber sejarah, serta kegiatan kebudayaan yang melibatkan masyarakat.

Lik Idayanti juga mendukung pengenalan Syair Perang Siak melalui Festival Siak Bermadah dengan melibatkan pelajar dan masyarakat umum. Kegiatan tersebut dinilai dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan sastra Melayu sekaligus memperkenalkan Syair Perang Siak kepada khalayak yang lebih luas.

Komentar