Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah menyiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Simpang SKA Pekanbaru untuk mengurai kemacetan di Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Tuanku Tambusai. Salah satu langkah yang direncanakan yakni menutup traffic light di perempatan Mal SKA setelah pelebaran jalan dilakukan.
Sebelum penutupan traffic light, pemerintah akan melakukan pelebaran Jalan Tuanku Tambusai, khususnya di sekitar RS Hermina. Ruas jalan tersebut direncanakan memiliki lebar 14 meter untuk masing-masing arah atau total 28 meter dengan empat lajur kendaraan di setiap jalur.
Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Pasla mengatakan pelebaran jalan menjadi salah satu langkah penting untuk mengatasi kemacetan di kawasan Simpang SKA. Namun, langkah tersebut perlu dibarengi dengan rekayasa lalu lintas yang tepat.
“Jadi terkait pelebaran jalan yang di Soekarno-Hatta tentu kita berharap ini dapat mengurai kemacetan di seputaran Simpang SKA. Nah, tentu rekayasa lalu lintas diperlukan di sana,” kata Roni, Jumat (2/10/2026).
Setelah pelebaran selesai, pemerintah berencana menerapkan penutupan traffic light dan mengatur sejumlah titik putar balik atau U-turn untuk mengatur pergerakan kendaraan dari Jalan Soekarno-Hatta menuju Jalan Tuanku Tambusai maupun sebaliknya.
Pelebaran Jalan Disiapkan Sebelum Rekayasa Lalu Lintas
Roni mengatakan rekayasa lalu lintas yang diterapkan tidak harus langsung menjadi kebijakan permanen. Pemerintah perlu mengevaluasi dampaknya terhadap kelancaran arus kendaraan setelah kebijakan tersebut diuji coba.
“Tuanku Tambusai tentu ini kita berharap dapat menjadi solusi jangka panjang mengurai kemacetan di sana. Tapi rekayasa lalu lintas ini juga mungkin tidak lantas menjadi permanen,” katanya.
Menurutnya, apabila rekayasa lalu lintas terbukti mampu mengurai kemacetan, pemerintah dapat mempertimbangkan penerapannya secara permanen. Sebaliknya, jika tidak efektif, Dinas Perhubungan perlu mencari alternatif lain.
“Artinya ketika ini dicoba kemudian berhasil mengurai kemacetan, mungkin baru bisa dipermanenkan. Tapi kalau ini terbukti juga tidak bisa mengurai kemacetan, mungkin kita minta pemerintah dalam hal ini Dishub mencari solusi lainnya,” ujar Roni.
Selain pelebaran Jalan Tuanku Tambusai, pemerintah juga menyiapkan pelebaran di sejumlah titik U-turn utama. Tiga lokasi yang menjadi perhatian berada di depan RS Hermina, sekitar Masjid Raudhatul Jannah/Global Bangunan, serta di dekat Lotte Mart.
Rekayasa Lalu Lintas Akan Dievaluasi
Roni menegaskan pelebaran jalan tetap menjadi bagian penting dalam penanganan kemacetan di kawasan Simpang SKA. Namun, efektivitas rekayasa lalu lintas juga perlu menjadi perhatian agar perubahan pola kendaraan memberikan dampak terhadap kelancaran arus.
Ia mengatakan pemerintah perlu memastikan penutupan traffic light dan pengaturan U-turn tidak justru menimbulkan persoalan baru di titik lain.
“Pelebaran jalan memang hal yang paling penting, tetapi tentu juga kita berharap pelebaran jalan ini juga diiringi dengan mengurai kemacetan,” jelasnya.







Komentar