Ratusan Warga Demo Kantor Desa Kasang Mungkal, Tuntut Pj Kades Copot Kaur Desa

Rokanhulu40 Dilihat

Rokan Hulu (Riaunews.com) – Ratusan warga bersama ninik mamak dari tiga suku menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Desa Kasang Mungkal, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Selasa (30/6/2026). Massa menuntut Penjabat (Pj) Kepala Desa Kasang Mungkal memberhentikan Kepala Urusan (Kaur) berinisial MR yang dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Dalam aksi tersebut, warga membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan agar Pj Kepala Desa Kasang Mungkal, Sudirman, segera mengambil tindakan terhadap MR. Tokoh masyarakat Desa Kasang Mungkal, Datuk Ulakmano, mengatakan keresahan warga telah berlangsung cukup lama.

Menurutnya, MR diduga kerap mengaku memiliki kedekatan dengan Bupati Rokan Hulu Anton dan Wakil Bupati Syafruddin Poti karena pernah menjadi bagian dari tim sukses pada Pilkada. Warga juga mengaku merasa terintimidasi setelah MR disebut-sebut pernah menyatakan dapat memindahkan aparatur pemerintahan yang tidak sejalan dengannya.

Warga Ungkap Dugaan Intimidasi dan Permintaan Uang

Selain dugaan intimidasi, warga juga mengungkap dugaan permintaan uang kepada seorang warga pada April 2026. Berdasarkan keterangan keluarga korban, MR diduga menjanjikan dapat membantu membebaskan suami korban yang sedang menjalani proses hukum di Polsek Bonai Darussalam dengan imbalan uang. Korban mengaku menyerahkan Rp3 juta dari permintaan awal Rp5 juta. Setelah tidak ada hasil, korban mengaku kembali diminta tambahan Rp500 ribu dan hanya mampu memberikan Rp200 ribu.

Datuk Ulakmano juga mempersoalkan pengangkatan MR sebagai Kepala Urusan desa dan penunjukannya sebagai pimpinan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dinilai tidak melalui prosedur dan mekanisme penjaringan. Menurutnya, berbagai persoalan tersebut telah beberapa kali disampaikan kepada Pj Kepala Desa, namun hingga kini belum ada langkah konkret.

Menanggapi aksi tersebut, Wakil Bupati Rokan Hulu Syafruddin Poti mengaku mengenal MR dan menyebut yang bersangkutan berencana mencalonkan diri sebagai kepala desa. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara rinci persoalan yang dikeluhkan warga. Poti menegaskan, apabila dugaan intimidasi maupun permintaan uang benar terjadi, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan. Meski demikian, ia meminta seluruh tuduhan dibuktikan melalui mekanisme yang berlaku. Hingga berita ini diterbitkan, MR dan Pj Kepala Desa Kasang Mungkal, Sudirman, belum memberikan tanggapan atas berbagai tuduhan yang disampaikan warga.

Komentar