OpenAI Dirumorkan Pakai Chip MediaTek 2 Nm untuk Smartphone AI Perdana

Gadget, Tekno24 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Rumor mengenai smartphone pertama buatan OpenAI kembali mencuat. Kali ini, perusahaan kecerdasan buatan tersebut disebut-sebut bakal menggunakan chipset terbaru dari MediaTek, yakni Dimensity 9600 berbasis fabrikasi 2 nanometer (nm).

Dilaporkan Gizmochina pada Selasa (5/5/2026), informasi itu diungkap analis industri teknologi Ming-Chi Kuo. Ia menyebut pengembangan smartphone perdana OpenAI kemungkinan dipercepat, dengan target produksi massal paling cepat pada paruh pertama 2027.

Menurut Kuo, MediaTek menjadi kandidat utama pemasok prosesor untuk perangkat tersebut. Chip Dimensity 9600 sendiri dikabarkan akan menggunakan proses N2P milik TSMC dan diprediksi meluncur pada paruh kedua 2026.

Fokus pada AI dan Pemrosesan Konteks Pengguna

Smartphone ini disebut akan dirancang khusus untuk kebutuhan berbasis AI. OpenAI dikabarkan menyiapkan arsitektur NPU ganda guna mendukung komputasi berlapis dan pemrosesan AI secara lebih intensif.

Selain itu, perangkat ini diperkirakan membawa RAM LPDDR6 dan penyimpanan UFS 5.0 untuk mengurangi hambatan saat menjalankan beban kerja AI secara terus-menerus.

Di sektor kamera, OpenAI juga dirumorkan menggunakan ISP yang ditingkatkan agar mampu menghasilkan dynamic range lebih baik sekaligus membantu perangkat memahami lingkungan pengguna secara visual.

Kuo menilai pendekatan OpenAI dapat mengubah cara orang menggunakan smartphone. Pengguna nantinya diperkirakan tidak lagi terlalu bergantung pada banyak aplikasi, melainkan memanfaatkan AI agentic yang mampu menjalankan tugas berdasarkan perintah atau kebiasaan pengguna.

Perangkat tersebut juga disebut akan terus memproses konteks pengguna, termasuk perilaku dan pola penggunaan. Tugas ringan diproses langsung di perangkat, sementara tugas yang lebih kompleks akan dijalankan melalui sistem AI berbasis cloud.

Jika pengembangan berjalan sesuai rencana, pengiriman perangkat diperkirakan bisa mencapai sekitar 30 juta unit secara gabungan pada 2027 hingga 2028.

Komentar