Pekanbaru (Riaunews.com) – Provinsi Riau mencatat nilai Indeks Kerukunan Indonesia 2026 sebesar 7,3, melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2026 sebesar 6,6. Capaian ini menjadi gambaran kondisi kerukunan masyarakat di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya di daerah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Provinsi Riau, Yan Dharmadi, menyampaikan capaian tersebut saat Musyawarah Wilayah (Muswil) VII Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Riau di Masjid Al-Maqari, LPTQ Provinsi Riau, Minggu (25/10/2026).
Yan mengatakan, capaian indeks tersebut patut disyukuri. Namun, ia mengingatkan masyarakat agar terus menjaga toleransi, memperkuat persaudaraan, dan membangun kehidupan yang harmonis.
“Capaian indeks kerukunan ini patut kita syukuri. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana kita terus menjaga toleransi, memperkuat persaudaraan, dan menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis,” ujarnya.
Pengukuran Kerukunan Libatkan 90 Ribu Responden
Berdasarkan bahan sambutan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, pengukuran Indeks Kerukunan Indonesia 2026 melibatkan sekitar 90.000 responden. Sementara itu, dimensi kerukunan keberagaman tercatat memperoleh nilai 7,57.
Yan menilai, upaya menjaga kerukunan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk lembaga keagamaan dan masyarakat. Menurutnya, penguatan toleransi dan persaudaraan menjadi bagian penting dalam mempertahankan keharmonisan di tengah keberagaman.
Ia juga menyoroti peran masjid dan musala sebagai ruang yang tidak hanya berfungsi untuk kegiatan ibadah, tetapi juga mendukung persatuan dan kehidupan sosial masyarakat.
DMI Diharapkan Perkuat Peran Masjid di Masyarakat
Yan menyebutkan, saat ini terdapat lebih dari 15.000 masjid dan musala yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Riau. Jumlah tersebut menjadi potensi bagi penguatan nilai keagamaan, persatuan, dan kerukunan masyarakat.
“Masjid bukan hanya tempat untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun persatuan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, dan menjaga kerukunan di tengah masyarakat,” katanya.
Ia berharap Muswil VII DMI Riau dapat mendorong pengelolaan masjid yang semakin baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Yan juga mengharapkan DMI terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat untuk menjaga kerukunan serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Riau.







Komentar