Pekanbaru (Riaunews.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau memperkuat upaya pengendalian malaria melalui pertemuan dan pelatihan surveilans yang melibatkan penanggung jawab program malaria dari 12 kabupaten/kota. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan petugas dalam mendeteksi sumber penularan, menganalisis perkembangan kasus, dan menentukan strategi penanganan yang tepat.
Kepala Dinkes Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan penguatan surveilans menjadi bagian penting dalam memastikan pengendalian malaria berjalan berdasarkan data dan kondisi nyata di lapangan.
Menurutnya, petugas mengumpulkan, mengelompokkan, dan menganalisis data kasus malaria untuk mengidentifikasi permasalahan di setiap wilayah. Hasil analisis tersebut menjadi dasar dalam menentukan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Evaluasi Kasus Jadi Dasar Penentuan Strategi
Zulkifli menegaskan, petugas kesehatan perlu mengevaluasi langkah penanganan malaria secara berkala untuk mengukur efektivitas strategi yang telah diterapkan. Jika hasilnya belum optimal, petugas perlu menyusun pendekatan baru berdasarkan perkembangan kasus dan hasil analisis di lapangan.
Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam pembelajaran pengendalian malaria. Pengalaman penanganan di daerah tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi dan referensi bagi kabupaten/kota lain dalam menyusun strategi pengendalian.
Selain memperkuat surveilans, Zulkifli menekankan pentingnya penanganan kasus melalui pengobatan pasien yang disertai langkah pengendalian penularan.
“Obati dan kendalikan, sebagai bagian dari upaya pengendalian malaria. Melalui pendekatan ini, setiap kasus yang ditemukan harus segera ditindaklanjuti dengan pengobatan serta langkah pengendalian untuk mencegah penularan lebih lanjut,” ujar Zulkifli, Selasa (20/10/2026).
Koordinasi Daerah untuk Cegah Penularan
Dinkes Riau mendorong koordinasi antarkabupaten/kota agar petugas kesehatan dapat berbagi informasi dan menyelaraskan strategi pengendalian malaria sesuai kondisi masing-masing wilayah.
Zulkifli mengatakan, upaya pengendalian tidak cukup hanya berfokus pada pengobatan pasien. Petugas juga perlu menelusuri sumber penularan, menganalisis pola kasus, dan menjalankan langkah pencegahan untuk menekan risiko munculnya penularan baru.
Melalui evaluasi dan peningkatan kapasitas petugas, Dinkes Riau berharap penyebaran malaria dapat ditekan, baik di wilayah yang telah melaporkan kasus maupun daerah lain yang berpotensi terdampak.
“Dengan adanya evaluasi penanganan pada masyarakat, saya berharap kasus malaria ini tidak semakin menyebar, baik di dalam maupun luar kota,” tutupnya.







Komentar