Pekanbaru (Riaunews.com) – Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri meminta Dinas Pendidikan memberikan teguran hingga sanksi kepada sekolah yang masih menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) meski Pemerintah Kota Pekanbaru telah mengeluarkan edaran Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Azwendi mengatakan seluruh sekolah harus mematuhi edaran tersebut karena kebijakan PJJ dikeluarkan untuk melindungi siswa dari dampak buruk kualitas udara Pekanbaru yang memburuk.
“Kita minta Dinas Pendidikan melakukan pengawasan. Kalau ada sekolah yang tidak mengindahkan edaran, berikan teguran atau sanksi sesuai aturan,” tegas Azwendi, Rabu (7/10/2026) pagi.
Menurutnya, ketidakpatuhan terhadap edaran PJJ tidak boleh dibiarkan. Terlebih, kebijakan tersebut mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kesehatan peserta didik.
DPRD Minta Disdik Perketat Pengawasan
Azwendi meminta Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru memastikan seluruh sekolah menjalankan kebijakan PJJ tanpa perlakuan berbeda. Pengawasan juga perlu diperkuat agar kebijakan tersebut berjalan selama kualitas udara masih mengkhawatirkan.
“Edaran itu dibuat untuk melindungi anak-anak kita. Jangan sampai aturan sudah dikeluarkan, tetapi di lapangan tidak dijalankan,” ujarnya.
Ia menilai Dinas Pendidikan perlu memastikan setiap sekolah memahami dan menjalankan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Sekolah yang tetap menggelar PTM diminta diberi tindakan sesuai aturan yang berlaku.
TK hingga SMP As-Shofa Tetap Gelar PTM
Sebelumnya, TK, SD, dan SMP Islam As-Shofa di Jalan Tuanku Tambusai Ujung, Pekanbaru, menjadi salah satu sekolah yang tetap menggelar pembelajaran tatap muka meski edaran PJJ telah diberlakukan.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan wali murid. Salah seorang wali murid yang meminta namanya tidak dipublikasikan mengatakan kebijakan PJJ seharusnya dipatuhi karena dikeluarkan pemerintah melalui Dinas Pendidikan berdasarkan pertimbangan kondisi kualitas udara.
“Harusnya diindahkan. Aneh saja kalau sekolah tidak patuh terhadap dinasnya. Sepatutnya sekolah memberi contoh kepatuhan terhadap aturan,” ujarnya.
Wali murid berharap pengawasan terhadap pelaksanaan PJJ diperkuat sehingga kebijakan tersebut dapat berjalan sesuai tujuan, terutama untuk menjaga kesehatan siswa selama kualitas udara Pekanbaru masih buruk.
