Sastrawan Riau dan Singapura Bincangkan Karmina, Pantun, Syair dan Talibun sebagai Akar Puisi Nusantara

Daerah21 Dilihat

RIAUNEWS.COM – Komunitas Seni Budaya (KSB) Rumah Sunting menggelar Bincang Sastra dengan mengusung tema ‘’Akar Puisi Nusantara; Karmina, Pantun, Syair dan Talibun’’. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Ismail Suko, Perpustakaan Wilayah Soeman HS Provinsi Riau, Kamis 17 September 2026 ini, menghadirkan narasumber Rohani Din (Bunda Anie Din) sastrawan dari Singapura.

Selain Rohani Din sebagai narasumber, Rumah Sunting juga menghadirkan 12 penanggap. Ada Husnu Abadi, Aris Abeba, Fakhrunnas MA Jabbar, Dheni Kurnia, Kazzaini Ks, Mosthamir Thalib, Bambang Kariyawan, Murparsaulian, Hening Wicara, Hang Kafrawi, Furqon Elwe, dan Siska Armiza.

Hadir juga sastrawan Syafruddin Saleh Sei Gergaji, Jasman Jaiman, Eko Ragil, Muhammad Asqalani Eneste, pimpinan beberapa komunitas seperti FTBM Kota Pekanbaru, FTBM Riau, FLP, Riau Sastra, TBM Cahaya Rumah, Green Radioline, Tirastime, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI),

Kunni Masrohanti, founder KSB Rumah Sunting penyelenggara Bincang Sastra, mengatakan, kegiatan ini didukung dan difasilitasi penuh oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau.

‘’Bincang Sastra ini terlaksana karena didukung dan difasilitasi penuh oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau. Tentu juga berkat dukungan dan keriangan hati para sastrawan Riau yang bersedia hadir bahkan menjadi penanggap, para seniman, budayawan, pimpinan komunitas dan banyak lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu-persatu.

Kami berharap kegiatan Bincang Sastra ini menjadi salah satu upaya memperkuat Gerakan literasi di Riau. Salam takzim kami, terimakasih sekalung budi untuk semua,’’ kata Kunni.

Selain Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau yang diwakili Kepala Bidang Pelayanan Perpustakaan Dokumentasi Informasi Zulkarnain ST, MT, kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Riau diwakili Kepala Bidang Bahasa dan Seni Hj. Jahrona S.Sos, M.M, Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau Dr Umi Kulsum S.S, M.Hum dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Riau Kristanto Januardi, S.S, M.M.

‘’Kami juga mengucapkan terimakasih kepada penyelenggara kegiatan ini, Rumah Sunting, sehingga turut memaksimalkan keberadaan perpustakaan kita sebagai pusat kegiatan masyarakat termasuk diskusi-diskusi seperti ini.

Selamat datang juga kepada sastrawan Singapura Bunda Rohani Din dan tentu juga sastrawan-sastrawan dan seniman-seniman Riau di perpustakaan kita ini. Kami catat ini sebagai salah satu kegiatan literasi yang sangat berdampak di tahun ini,’’ kata Zulkarnain, ST, MT.

Pada kesempatan itu, Bunda Anie Din memaparkan bagaimana Karmina, Pantun, Syair dan Talibun bisa menjadi akar sastra dan puisi Nusantara.

Katanya, barang siapa yang menguasai sastra lama, maka akan mudah baginya menulis karya sastra lain termasuk puisi, cerpen dan novel. Bunda juga menceriatakan bagaimana kondisi sastra Melayu khususnya di Singapura pada hari ini.

‘’Percayalah, sesiapa yang mengusasi sastra klasik semacam pantun, karmina atau pantun kilat, syair dan talibun, ia akan sangat mudah untuk menulis puisi, cerpen ataupun novel. Tulislah, jangan tak tulis,’’ kata perempuan yang menulis novel dengan judul Perempuan yang Dipapah Takdir ini.

Para penanggap secara bergantian pula menyampaikan pemikiran dan gagasan tentang sastra Melayu nusantara hingga puisi modern hari ini. Bincang Sastra diawali dengan pembacaan syair oleh Wulandari dari KSB Rumah Sunting, diwarnai dengan pembacaan puisi berantai di bagian tengah oleh TBM Rumah Baca dan pembacaan puisi bersama di akhir kegiatan oleh Community Pena Terbang (Competer).(*)

Komentar