Siak Nihil Titik Kebakaran, Bupati Instruksikan Satgas Karhutla Tetap Siaga 24 Jam

Lingkungan, Siak9 Dilihat

Siak (Riaunews.com) – Kabupaten Siak, Riau, dilaporkan berada dalam kondisi zero firespot atau nihil titik kebakaran hingga Ahad (23/8/2026). Kondisi tersebut tercapai setelah tim Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bergerak cepat menindaklanjuti sejumlah titik yang sempat terdeteksi melalui pemantauan satelit.

Bupati Siak Dr Afni Zulkifli mengatakan, sebelumnya terdapat sekitar lima hingga enam titik yang terindikasi sebagai hotspot. Namun, titik tersebut tidak berkembang menjadi kebakaran besar karena petugas langsung melakukan pengecekan dan pemadaman apabila menemukan api di lapangan.

Alhamdulillah, beberapa titik yang tadinya diduga hotspot atau firespot, kalau ada yang kecil sudah dapat dipadamkan dan yang lain juga dapat dikendalikan. Namun demikian seluruh tim satgas karhutla lintas instansi tetap mewaspadai karhutla 24 jam,” kata Afni.

Siak Waspadai Asap Kiriman

Afni menegaskan, Pemkab Siak tidak memberikan toleransi terhadap aktivitas pembakaran hutan dan lahan. Menurutnya, sebagian besar kejadian karhutla disebabkan aktivitas manusia, terutama pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Tidak ada toleransi apapun terhadap para pelaku pembakar hutan, baik di kawasan hutan maupun di kawasan APL. 99 persen karhutla terjadi akibat perbuatan manusia. Biasanya sengaja dibakar untuk buka lahan,” tegasnya.

Meski kondisi udara di Siak masih berada pada kategori sedang, Afni mengingatkan potensi asap kiriman dari daerah sekitar. Salah satunya dari Kabupaten Pelalawan yang masih menghadapi tingginya aktivitas kebakaran.

Pengawasan Gambut Diperkuat

Afni menginstruksikan seluruh jajaran mempertahankan kondisi zero firespot dengan meningkatkan pengawasan selama 24 jam. Pemkab Siak juga terus berkoordinasi dengan Forkopimda, pemerintah provinsi, lembaga vertikal dan Manggala Agni.

Pemantauan Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) gambut juga diperkuat, termasuk di wilayah Minas dan Tualang yang mulai menunjukkan tingkat kewaspadaan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah lahan gambut mengering dan mudah terbakar selama musim kemarau.

“Walaupun tidak ada kebakaran di wilayah Siak, tetap harus waspada karena musim kering masih lama dan panjang,” ujar Afni.

Pemkab Siak juga akan menggelar rapat bersama berbagai unsur pada Selasa mendatang, termasuk organisasi masyarakat, PMI dan Pramuka. Konsolidasi tersebut ditujukan untuk memperkuat pengawasan dan pencegahan karhutla secara bersama-sama.

“Strategi yang kami lakukan di Siak adalah konsolidasi semua pihak. Kita mengeroyok bersama untuk melakukan pengawasan dan pencegahan. Karena kalau sudah terbakar akan sulit sekali melakukan pemadaman. Apalagi bila terjadi pada wilayah gambut,” pungkasnya.