AI Ubah Peta Persaingan Bisnis, Pelaku Usaha Pekanbaru Dituntut Makin Adaptif

Pekanbaru11 Dilihat

Pekanbaru (RiauNews.com) – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah cara pelaku usaha memenangkan persaingan. Kondisi ini mendorong pelaku UMKM, perusahaan, hingga kalangan akademisi di Pekanbaru untuk memahami strategi pemasaran yang lebih adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus Corporate Day The 14th Pekanbaru Marketing Festival 2026 bertema Winning the Competition in the Age of AI yang digelar di Hotel Premier Pekanbaru, Kamis (6/8/2026).

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengapresiasi forum yang mempertemukan pelaku usaha, praktisi pemasaran, dan kalangan akademisi tersebut. Menurutnya, kegiatan itu memberikan pengetahuan yang dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kemampuan pemasaran di tengah perkembangan teknologi.

“Kita mengapresiasi acara ini yang memberikan banyak bimbingan dan pengetahuan marketing kepada badan-badan usaha dan UMKM, bahkan kepada kampus-kampus, khususnya yang ada di Kota Pekanbaru,” kata Agung seusai menutup kegiatan.

Agung menilai penguasaan strategi pemasaran menjadi semakin penting karena teknologi AI terus memengaruhi pola bisnis dan perilaku konsumen. Pelaku usaha yang mampu beradaptasi dinilai memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan penjualan.

Pemko Pekanbaru, kata Agung, juga membutuhkan kolaborasi dengan dunia usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam memperkuat sektor usaha.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, pemerintah tidak bekerja sendiri. Kita bisa berkolaborasi dengan badan usaha untuk meningkatkan perekonomian,” ujarnya.

Menurut Agung, peningkatan kemampuan pemasaran pelaku usaha akan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi daerah. Ketika pedagang dan pelaku UMKM mampu meningkatkan penjualan, perputaran ekonomi di Pekanbaru juga ikut meningkat.

“Ketika para pedagang dan pelaku usaha mampu meningkatkan penjualannya, maka perekonomian Kota Pekanbaru juga akan ikut tumbuh,” katanya.

Corporate Day tersebut merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Marketing Festival (IMF) 2026 yang berlangsung pada 5-7 Agustus 2026 di Pekanbaru. Forum ini menjadi ruang bagi pelaku industri, praktisi pemasaran, dan pemimpin bisnis untuk membahas strategi menghadapi persaingan di era AI.

Founder & Chairman MCorp Hermawan Kartajaya mengatakan Indonesia Marketing Festival 2026 digelar di tujuh kota besar di Indonesia, termasuk Pekanbaru. Agenda tersebut mengajak pelaku usaha memahami perubahan strategi pemasaran yang muncul seiring pesatnya perkembangan AI.

Hermawan mengatakan teknologi membuat tantangan pemasaran semakin kompleks karena perilaku pelanggan terus berubah. Pelaku bisnis tidak cukup hanya mengandalkan cara lama untuk mempertahankan posisi di pasar.

“Marketing adalah strategi memenangkan persaingan. Di era AI, tantangannya semakin besar karena perilaku pelanggan terus berubah,” kata Hermawan.

Ia menilai pembangunan merek juga menghadapi tantangan yang semakin berat. Pelaku usaha harus mampu membaca perubahan perilaku konsumen sekaligus memanfaatkan teknologi untuk menjaga relevansi produknya.

“Membangun sebuah brand agar tetap relevan kini jauh lebih menantang dibanding sebelumnya,” ujarnya.