Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Kesehatan akan segera melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026. Program imunisasi rutin ini menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk melindungi anak usia sekolah dari Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).
Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengatakan BIAS bertujuan memberikan perlindungan kepada peserta didik sekaligus mempertahankan kekebalan kelompok. Menurutnya, imunisasi merupakan langkah efektif untuk mencegah kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular.
“Program ini tetap menjadi prioritas karena imunisasi adalah investasi kesehatan yang efektif untuk mencegah KLB dan membentuk kekebalan kelompok,” kata Zulkifli, Rabu (29/7/2026).
Pelaksanaan BIAS 2026 akan dibagi dalam dua periode. Pada Agustus, imunisasi yang diberikan meliputi Campak-Rubella (MR) bagi siswa kelas 1 SD untuk mencegah campak dan rubella, imunisasi Human Papillomavirus (HPV) bagi siswi kelas 5 SD untuk mencegah kanker serviks, serta skrining HPV bagi siswi kelas 6 SD dan kelas 9 SMP yang belum menerima imunisasi HPV sebelumnya.
Sementara pada periode November 2026, Dinas Kesehatan akan memberikan imunisasi Difteri-Tetanus (DT) kepada siswa kelas 1 SD, serta imunisasi Tetanus-Difteri (Td) bagi siswa kelas 2 SD dan kelas 5 SD sebagai upaya mencegah penyakit difteri dan tetanus.
Libatkan Lintas Sektor
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program, Dinas Kesehatan Riau telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari koordinasi lintas sektor bersama Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, TP PKK, hingga pemerintah kabupaten dan kota.
“Selain itu juga digelar pertemuan teknis bersama juru imunisasi Puskesmas dan guru, penerbitan surat edaran, koordinasi stok vaksin dan logistik, validasi sasaran, hingga penyiapan sistem pencatatan melalui aplikasi ASIK,” ujar Zulkifli.
Dinas Kesehatan Riau menargetkan seluruh anak sasaran di Provinsi Riau memperoleh imunisasi lengkap guna mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.
Zulkifli juga mengimbau para orang tua untuk memastikan anak dalam kondisi sehat, sudah sarapan, hadir sesuai jadwal imunisasi, serta menyampaikan riwayat kesehatan kepada petugas. Menurutnya, dukungan dan motivasi orang tua sangat penting agar anak merasa tenang dan tidak takut saat menjalani imunisasi.
