Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang dinilai menjadi salah satu faktor pemicu inflasi di daerah. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya biaya distribusi barang sehingga berpotensi memengaruhi harga sejumlah komoditas di pasaran.
Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setdako Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan persoalan kelangkaan solar menjadi salah satu pembahasan dalam rapat pengendalian inflasi. Menurutnya, antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menyebabkan biaya operasional angkutan meningkat.
“Kelangkaan solar menjadi salah satu penyebab inflasi. Kami melihat antrean di beberapa SPBU di Pekanbaru sangat panjang,” kata Jamal, Selasa (14/7/2026).
Ia menyebut sejumlah kendaraan angkutan barang bahkan harus menunggu hingga lima jam untuk memperoleh solar. Kondisi tersebut dinilai menambah biaya transportasi dan distribusi yang pada akhirnya dapat memengaruhi harga barang di tingkat konsumen.
Pemko Minta Distribusi Solar Dievaluasi
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemko Pekanbaru meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) berkoordinasi dengan Disperindagkop UKM Provinsi Riau serta PT Pertamina agar pasokan solar kembali normal. Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, kelangkaan solar lebih banyak terjadi di wilayah Riau, khususnya Kota Pekanbaru, sementara daerah lain seperti Medan dan Sumatera Barat tidak mengalami kondisi serupa secara signifikan.
Abdul Jamal mengatakan informasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kuota solar untuk Provinsi Riau sebenarnya mencukupi. Karena itu, menurutnya, perlu dilakukan evaluasi dan pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak terjadi penyimpangan. Ia menegaskan persoalan distribusi solar harus segera ditindaklanjuti karena menjadi salah satu faktor yang memengaruhi laju inflasi di Kota Pekanbaru.
