BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Petir di Riau, Terdeteksi 7 Titik Panas

Pekanbaru (Riaunews.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mengingatkan masyarakat di Provinsi Riau untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada Selasa (30/6/2026) sore hingga malam. Meski sebagian wilayah diprakirakan diguyur hujan, BMKG juga masih mendeteksi tujuh titik panas (hotspot) di Riau yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru mengatakan cuaca pada pagi hingga siang hari didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Berdasarkan pantauan radar cuaca, hujan ringan telah terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hilir, dan sebagian Indragiri Hulu. Memasuki sore hingga malam, hujan ringan hingga sedang diprakirakan meluas ke sebagian besar wilayah Riau dan berlanjut hingga dini hari di sebagian wilayah Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.

BMKG memperkirakan suhu udara di Riau berkisar 23–32 derajat Celsius dengan kelembapan 50–100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam. Sementara itu, tinggi gelombang laut berada pada kategori rendah, yakni 0,5–1,25 meter, namun berpotensi mencapai kategori sedang setinggi 1,25–2,5 meter di perairan Rokan Hilir serta Dumai-Bengkalis sehingga nelayan dan pengguna transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan.

Hotspot Masih Terdeteksi di Riau

Selain prakiraan cuaca, BMKG melaporkan sebanyak tujuh titik panas masih terpantau di Provinsi Riau berdasarkan pembaruan data hingga pukul 23.00 WIB. Lima titik berada di Kabupaten Kuantan Singingi, sedangkan masing-masing satu titik terdeteksi di Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Indragiri Hilir.

Secara keseluruhan, terdapat 116 titik panas di Pulau Sumatera. Provinsi Sumatera Selatan mencatat jumlah terbanyak dengan 57 titik, disusul Jambi dan Bengkulu masing-masing 12 titik, Kepulauan Bangka Belitung 10 titik, Lampung 9 titik, Sumatera Barat 8 titik, Riau 7 titik, serta Kepulauan Riau 1 titik. BMKG mengimbau masyarakat terus memantau informasi cuaca terbaru dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem maupun ancaman karhutla, terutama di wilayah yang masih terdeteksi memiliki hotspot.