Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kondisi lingkungan di sekitar mereka. Upaya menjaga lingkungan, menurut pemerintah, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan masih ditemukan masyarakat yang hanya memperhatikan kebersihan lingkungan di dalam area rumah, sekolah, atau tempat kerja, namun kurang peduli terhadap kondisi di ruang publik. Padahal, berbagai persoalan seperti tumpukan sampah, drainase tersumbat, hingga fasilitas umum yang rusak dapat segera ditangani jika dilaporkan kepada pemerintah.
“Saya sering berkeliling dan melihat masih ada masyarakat yang hanya peduli pada lingkungan di dalam pagar. Ketika melihat sampah atau persoalan di luar lingkungan mereka, sering kali dibiarkan begitu saja. Padahal, minimal bisa melaporkan kepada pemerintah agar segera ditindaklanjuti,” katanya.
Untuk mempercepat penanganan berbagai keluhan masyarakat, Pemko Pekanbaru telah menyediakan layanan panggilan darurat 112 yang dikelola Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksan) Kota Pekanbaru melalui Tim Reaksi Cepat (TRC).
Melalui layanan tersebut, warga dapat menyampaikan berbagai laporan terkait pelayanan publik tanpa dikenakan biaya pulsa maupun memerlukan akses internet. Salah satu persoalan yang dapat dilaporkan adalah masalah persampahan, termasuk tumpukan sampah yang membutuhkan penanganan segera.
“Jika ada persoalan sampah, masyarakat tidak perlu repot mencari kendaraan atau petugas pengangkut. Cukup hubungi layanan 112. Layanan ini gratis, tanpa pulsa, dan dapat diakses kapan saja,” jelas Agung.
Ia menegaskan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat dalam layanan tersebut harus siap menerima laporan dan memberikan respons cepat terhadap setiap aduan masyarakat. Menurutnya, kehadiran layanan 112 merupakan bagian dari upaya Pemko Pekanbaru untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif dan mudah diakses.
“Ini adalah tantangan bagi seluruh kepala dinas untuk selalu siap menerima laporan dan memberikan respons cepat. Tujuannya agar masyarakat benar-benar merasakan pelayanan yang hadir dan bekerja untuk mereka,” pungkasnya.
