Lokakarya Nasional BMT 2026 Dorong Transformasi dan Penguatan Kelembagaan

Yogyakarta (Riaunews.com) – Lokakarya Nasional Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Indonesia 2026 sukses digelar pada 17–18 April 2026 di Hotel Burza Yogyakarta. Kegiatan bertema “Penguatan Kelembagaan dan Transformasi BMT untuk Kemandirian Ekonomi Umat” ini diikuti sekitar 160 peserta dari 14 provinsi di Indonesia.

Forum tersebut mempertemukan pemerintah, asosiasi, dan pelaku BMT untuk merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan digitalisasi dan penguatan kelembagaan. Direktur PINBUK Indonesia, Aslichan Burhan, menegaskan BMT harus beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tetap relevan.

Ketua Umum INKOPSYAH BMT, Abdul Majid Umar, menambahkan bahwa kekuatan BMT terletak pada anggota dan data yang valid sebagai dasar pengembangan. Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koperasi RI, Ahmad Zabadi, menegaskan transformasi digital menjadi keharusan agar BMT tetap kompetitif dalam perekonomian nasional.

Kolaborasi dan Kepemimpinan Baru

Kegiatan juga diisi dengan penandatanganan kerja sama antara sejumlah pihak, termasuk Sun King Asia Pacific dan BMT, dalam pengembangan distribusi energi surya. Selain itu, Seminar Nasional menghadirkan berbagai tokoh seperti Sholahudin Al Ayyubi dan Mursyida Rambe yang menekankan pentingnya integritas serta integrasi fungsi sosial dan bisnis dalam pengelolaan BMT.

Pada hari kedua, peserta mengikuti pelatihan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta Rapat Anggota Tahunan INKOPSYAH BMT yang membahas arah organisasi ke depan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Kongres Nasional BMT Indonesia melalui Sidang Pleno ABSINDO. Dalam forum tersebut, Adhy Suryadi dari BMT Itqan terpilih sebagai Ketua Umum ABSINDO periode 2026–2030.

Lokakarya ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan arah kebijakan BMT agar semakin profesional, adaptif, dan mampu mendorong kemandirian ekonomi umat secara berkelanjutan.

Komentar