Pekanbaru (Riaunews.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Riau menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau saat ini mengalami penurunan dari klasifikasi tinggi menjadi sedang. Penurunan tersebut berdampak pada berbagai sektor, termasuk belanja kegiatan hingga belanja pegawai dan anggota dewan.
Ketua DPRD Riau, Kaderismanto, mengatakan APBD Riau turun dari Rp9 triliun menjadi sekitar Rp8 triliun. Menurutnya, penurunan ini berdampak langsung terhadap kemampuan pembiayaan pemerintah daerah.
“Karena memang APBD kita menurun dari Rp9 triliun menjadi ke Rp8 triliun. Nah, ini efeknya sangat terasa dan berdampak kepada kita semua, termasuk anggota DPRD juga berdampak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penurunan klasifikasi APBD dari tinggi ke sedang menyebabkan pengurangan pada belanja pegawai, termasuk gaji dan tambahan penghasilan pegawai (TPP). Dampak serupa juga dirasakan oleh anggota DPRD melalui penyesuaian tunjangan.
“Artinya tunjangan juga berkurang dari kali tujuh menjadi kali enam. Artinya semuanya berdampak,” jelasnya.
Kaderismanto menegaskan, kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk bekerja lebih keras dalam meningkatkan pendapatan daerah. DPRD Riau, kata dia, akan turut mengawal dan mendorong berbagai upaya yang dapat meningkatkan penerimaan daerah.
“Kita ikut kawal dan mendorong semua hal yang bisa meningkatkan pendapatan kita,” pungkasnya.







Komentar