Jakarta (Riaunews.com) – Ajang pencarian jodoh yang digelar di pusat perbelanjaan dinilai sebagai bagian dari kegiatan tematik mal untuk menarik minat pengunjung. Konsep tersebut disebut sebagai inovasi yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat selain aktivitas belanja.
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, ajang pencarian jodoh bukanlah hal baru di pusat perbelanjaan. Kegiatan itu masuk dalam kategori acara tematik yang bersifat hiburan dan kreatif.
“Pusat perbelanjaan adalah fasilitas publik yang dimanfaatkan banyak pihak. Kegiatan tematik menjadi salah satu cara menghadirkan pengalaman baru,” ujar Alphonzus kepada PRO3 RRI di Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Menurut Alphonzus, pusat perbelanjaan memiliki peran strategis sebagai ruang publik. Karena itu, beragam kegiatan dapat digelar selama sesuai dengan segmentasi pengunjung dan tidak melanggar ketentuan yang berlaku.
“Kegiatan di mal sangat beragam, mulai dari edukasi hingga hiburan. Ajang cari jodoh hanya salah satu bentuk kreativitas penyelenggara,” katanya.
Sementara itu, pendengar PRO3 RRI, Ida, menilai ajang pencarian jodoh dapat menjadi hiburan menarik dan memberi warna baru di pusat perbelanjaan. Ia menyebut masyarakat datang ke mal tidak hanya untuk berbelanja.
“Kalau dikemas santai dan tidak berlebihan, justru seru. Yang penting tetap sopan, tidak vulgar, dan menjaga kenyamanan publik,” ujarnya.
