Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) seiring masuknya masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran yang kerap meningkat pada periode tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau guna mengantisipasi potensi Karhutla. Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyatukan langkah pencegahan sejak dini.
“Untuk antisipasi Karhutla kami sudah membahas bersama dengan Forkopimda Riau. Upaya-upaya pencegahan Karhutla juga langsung dilakukan bersama,” kata Hariyanto, Rabu (28/1).
Hariyanto juga mengimbau masyarakat agar turut berperan aktif menjaga lingkungan. Ia meminta warga tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang meluas dan sulit dikendalikan.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau mencatat telah terjadi Karhutla di enam daerah. Enam wilayah tersebut meliputi Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Kampar, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, dan Kota Pekanbaru.
Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, menyatakan seluruh kejadian Karhutla tersebut telah berhasil ditangani dan saat ini masuk tahap pendinginan. BPBD Riau terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk mencegah kebakaran lanjutan, terutama di wilayah yang masih menjalani proses pendinginan.
