DPRD Siak Kecam Temuan Makanan Tak Layak dalam Program MBG di Kandis

Siak206 Dilihat

Kandis (Riaunews.com) – Anggota DPRD Kabupaten Siak dari Fraksi Partai Demokrat, Sabar DH Sinaga, mengecam keras temuan penggunaan bahan makanan tidak layak konsumsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 1 Kandis. Ia menilai kejadian yang menyebabkan puluhan siswa mengalami diare tersebut merupakan bentuk kelalaian serius dan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) Badan Gizi Nasional (BGN).

Sabar mendesak BGN agar menjatuhkan sanksi tegas kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampung Telaga Sam-sam, Kecamatan Kandis, yang mengelola dapur MBG. Menurutnya, kelalaian tersebut telah berdampak langsung pada kesehatan siswa dan mencederai tujuan utama program nasional MBG.

“Kita sangat menyayangkan anak-anak kita yang menerima MBG justru terdampak penyakit akibat kelalaian dari SPPG yang melanggar aturan. Ini seharusnya jadi alarm keras bagi dapur penyedia agar berhati-hati dalam mengolah makanan,” ujar Sabar, Jumat (23/1/2026).

Ia mengungkapkan, tim BGN sebelumnya telah mengingatkan agar bumbu makanan yang kondisinya tidak layak tidak digunakan. Namun, peringatan tersebut diabaikan dan bumbu tetap diolah, hingga memicu kasus diare massal di SMKN 1 Kandis. Sabar menilai tindakan itu berpotensi mengarah pada unsur kesengajaan dan perlu diselidiki lebih lanjut.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional membenarkan adanya pelanggaran SOP dalam proses pengolahan makanan. Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Siak, Lisa Wahari, menyampaikan bahwa sebanyak 21 siswa harus mendapatkan perawatan medis dan diinfus di klinik setelah mengalami diare usai mengonsumsi MBG.

Sebagai langkah evaluasi dan pencegahan, BGN menutup sementara dapur MBG SPPG Kampung Telaga Sam-sam di bawah Yayasan Tuah Karya. Penutupan dilakukan hingga seluruh standar operasional dan kelengkapan dapur dipastikan kembali sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.