Manasik Haji Digelar Lima Kali, Menhaj Tegaskan Kesiapan Jamaah Jadi Prioritas

Jakarta (Riaunews.com) – Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menegaskan pembinaan manasik haji bagi jamaah calon haji akan dilaksanakan sebanyak lima kali sebagai upaya memantapkan kesiapan ibadah dan pemahaman jamaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

“Pembinaan manasik haji dilaksanakan lima kali, terdiri dari empat kali di tingkat kecamatan dan satu kali di tingkat kabupaten atau kota,” kata Menhaj Irfan Yusuf saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, pembinaan manasik dilaksanakan oleh kantor Kementerian Haji dan Umrah di tingkat kabupaten dan kota dengan dukungan pembimbing ibadah haji yang telah melalui proses seleksi ketat. Hingga kini, kementeriannya telah menyeleksi sebanyak 685 pembimbing Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (BPIHU).

Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah juga menerbitkan pedoman manasik haji terintegrasi yang berlaku di tingkat kabupaten, kota, hingga kecamatan. Pedoman tersebut dilengkapi buku manasik haji yang memuat ketentuan perizinan dan akreditasi haji khusus serta umrah.

Irfan Yusuf menegaskan pihaknya berkomitmen menghadirkan penyelenggaraan haji 2026 yang lebih profesional, transparan, serta berorientasi pada keamanan, kenyamanan, dan peningkatan kualitas layanan jamaah.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga terkait, serta dukungan Komisi VIII DPR RI menjadi kunci agar seluruh tahapan persiapan haji berjalan tepat waktu dan optimal.

“Penyelenggaraan haji memiliki tanggung jawab besar yang tidak hanya menuntut kesiapan teknis dan regulasi, tetapi juga integritas dan kesungguhan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada tamu-tamu Allah,” tutupnya.