Pekanbaru (Riaunews.com) – Peluang PSPS Pekanbaru untuk lolos ke babak empat besar semakin menipis, bahkan nyaris tertutup. Hingga pertandingan ke-13, tim kebanggaan warga Pekanbaru itu baru mengoleksi 14 poin dan masih berkutat di papan bawah klasemen Grup A.
Raihan poin tersebut menunjukkan performa PSPS yang belum konsisten. Jika dirata-ratakan, Askar Bertuah hanya mampu mengamankan satu poin per laga. Kondisi ini semakin diperparah setelah PSPS gagal memanfaatkan laga kandang pada pertandingan terakhir.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, PSPS justru harus mengakui keunggulan Persikad Depok dengan skor 2-3. Kekalahan ini terasa menyakitkan karena Persikad sebelumnya hanya unggul satu poin dari PSPS, namun kini berhasil menjauh di klasemen.
Pelatih PSPS, Aji Santoso, juga mengeluhkan krisis pemain setelah memulangkan tiga pemain asing pascalibur kompetisi. Ia berharap kondisi tim membaik saat bursa transfer dibuka agar PSPS bisa diperkuat pemain baru. Namun sebelum itu, PSPS masih harus menjalani dua laga dengan skuad yang terbatas.
Di sisi lain, jarak poin PSPS dengan para pesaing di papan atas terbilang jauh. Garudayaksa FC sebagai pemuncak klasemen telah mengoleksi 27 poin, disusul Adhyaksa FC dengan 23 poin dan Sumsel United 20 poin. Dengan sisa lima pertandingan, PSPS maksimal hanya bisa meraih 29 poin jika menyapu bersih seluruh laga.
Situasi ini membuat peluang PSPS ke empat besar hampir mustahil. Bahkan, posisi PSPS di peringkat kedelapan juga belum aman karena hanya unggul satu poin dari Persekat Tegal di zona degradasi. Jika tak segera bangkit, PSPS terancam gagal bersaing di papan atas sekaligus harus berjuang keras menghindari degradasi.
