14 Negara Kecam Rencana Israel Bangun 19 Permukiman Baru di Tepi Barat

Internasional254 Dilihat

London (Riaunews.com) – Sebanyak 14 negara mengecam keras rencana Israel membangun 19 permukiman baru di wilayah Tepi Barat yang didudukinya. Mereka menilai langkah tersebut melanggar hukum internasional dan berpotensi memperburuk situasi keamanan di kawasan.

Dalam pernyataan bersama yang dikutip Global Times, Kamis (25/12/2025), negara-negara tersebut terdiri atas Belgia, Kanada, Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Islandia, Irlandia, Jepang, Malta, Belanda, Norwegia, Spanyol, dan Inggris. Mereka menegaskan tindakan sepihak Israel dapat memicu instabilitas regional.

Ke-14 negara itu menilai perluasan permukiman berisiko mengganggu upaya perdamaian di Gaza yang kini memasuki fase kedua. Selain itu, kebijakan tersebut dinilai membahayakan prospek perdamaian dan keamanan jangka panjang di Timur Tengah.

Kelompok negara tersebut juga menolak tegas segala bentuk aneksasi dan kebijakan perluasan permukiman, termasuk persetujuan Israel atas pembangunan kawasan permukiman E1 serta ribuan unit perumahan baru di Tepi Barat.

Dalam pernyataan yang sama, mereka menegaskan dukungan terhadap hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan menilai solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian berkelanjutan di kawasan.

Meski mendapat kecaman internasional, Israel tetap melanjutkan rencana tersebut. Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menyatakan pemerintah telah menyetujui pendirian 19 permukiman baru, sehingga dalam tiga tahun terakhir total 69 permukiman baru telah dibangun di Tepi Barat.