Washington (Riaunews.com) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Ukraina untuk segera bergerak mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang dengan Rusia. Desakan itu disampaikan di Washington, Kamis (18/12/2025), menjelang rencana perundingan baru yang akan digelar di Miami pada akhir pekan.
Trump menilai Ukraina dan Rusia sebenarnya sudah mendekati kesepakatan, namun proses negosiasi dinilainya berjalan terlalu lambat. Ia menekankan Rusia telah siap duduk di meja perundingan, namun sikap Moskow bisa berubah jika pembicaraan terus berlarut-larut.
Melansir Eyewitness News, pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan di Ruang Oval. Pemerintahannya mendorong tercapainya kesepakatan cepat untuk mengakhiri perang yang dipicu invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, dengan rancangan rencana perdamaian telah disiapkan sebagai dasar perundingan.
Utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan bertemu dengan negosiator Ukraina Rustem Umerov di Florida. Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi pertemuan itu akan berlangsung pada akhir pekan, sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut pejabat Kyiv akan bertemu mitra AS pada Jumat dan Sabtu.
Selain itu, utusan AS juga dijadwalkan menggelar pertemuan terpisah dengan pejabat Rusia di Miami. Delegasi Rusia diperkirakan diwakili oleh Kirill Dmitriev, utusan ekonomi Presiden Rusia Vladimir Putin, meski hingga kini Moskow belum memberikan tanggapan resmi atas proposal terbaru.
Amerika Serikat dan Ukraina menyatakan telah ada kemajuan dalam pembahasan jaminan keamanan masa depan bagi Kyiv. Namun, perbedaan pandangan terkait wilayah yang harus dikorbankan Ukraina masih menjadi hambatan utama dalam mencapai kesepakatan damai akhir.
