Warga Tapanuli Utara Krisis BBM Akibat Akses Terputus Dampak Longsor

Daerah261 Dilihat

Tapanuli Utara (Riaunews.com) – Warga Balige, Kabupaten Toba, Sumatra Utara, mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) sejak banjir dan longsor melanda Sibolga, Tarutung, dan Tapanuli Tengah dua pekan terakhir. Meski Balige tidak terdampak langsung bencana, distribusi BBM ke wilayah tersebut terganggu akibat akses jalan yang terputus.

Roy, salah satu warga Balige, mengatakan antrean panjang di SPBU terjadi hampir setiap hari. “Kondisi ini kurang lebih dua minggu setelah banjir. Susah banget dapat BBM,” ujarnya saat ditemui di SPBU Jalan Baba Lubis, Senin (8/12/2025).

Ia menjelaskan, longsor di Adiankoting—penghubung antara Balige dan Sibolga—menghambat suplai BBM ke Balige. “Hampir setiap hari kayak gini. Dua jam lebih kita antre, panjang antrean bisa satu kilometer. Antrian tinggi sementara BBM belum ada,” katanya.

Selain antrean panjang, pembelian BBM untuk sepeda motor juga dibatasi maksimal lima liter per pembeli. Kondisi tersebut semakin menyulitkan warga yang membutuhkan BBM untuk bekerja maupun aktivitas harian. “Kami perlu sekali BBM, harapan saya pemerintah bisa bantu supaya suplai normal,” tambah Roy.

Keluhan serupa disampaikan Hairil, warga lainnya yang mengaku harus menunggu berjam-jam demi mendapatkan BBM. Ia dan warga lain rela mengantre dalam udara dingin agar kendaraan mereka terisi. “Di Kecamatan Balige ada tiga SPBU, kondisinya sama semua: antre panjang. Saya pelaku UMKM dan ini jelas mengganggu aktivitas,” ujarnya.