Jembatan Sungai Gelora Miring, Warga Selatpanjang Diimbau Waspada

Meranti337 Dilihat

Selatpanjang (Riaunews.com) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau warga Kota Selatpanjang untuk berhati-hati saat melintasi Jembatan Sungai Gelora setelah konstruksi jembatan tersebut terlihat miring. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Meranti, Rahmat Kurnia, membenarkan adanya kemiringan struktur jembatan dan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Ia secara khusus mengingatkan kendaraan bermuatan berat untuk tidak melewati jembatan tersebut. “Kalau pun ada yang membawa kendaraan berat seperti APMS, gerobak pasir, maupun dump truck sampah, agar memilih jalan lain untuk menghindari musibah yang tak diinginkan,” katanya, Selasa (2/12).

Rahmat menjelaskan bahwa jembatan itu bukan satu-satunya akses utama di kawasan tersebut. Warga dapat memanfaatkan sejumlah jalur alternatif, sehingga mobilitas tetap dapat berlangsung. Menurutnya, pengendara masih bisa menuju Gelora melalui Jalan Nelayan atau Jalan Tanjung Mayat, sementara sepeda motor dapat melewati Jalan Manggis.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah telah memasang rambu peringatan di sekitar lokasi. Rambu tersebut diharapkan dapat membantu pengguna jalan menyesuaikan kecepatan, meningkatkan kewaspadaan, dan menghindari muatan berlebih yang berpotensi memperburuk kondisi jembatan.

Hasil pemeriksaan awal Dinas PUPR menunjukkan kerusakan dan kemiringan jembatan diduga dipicu oleh dilewatinya mobil operasional PLN yang membawa alat berat beberapa waktu lalu. Tekanan besar dari alat tersebut dinilai memberi beban signifikan pada struktur jembatan hingga menyebabkan penurunan.

Rahmat menambahkan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan PLN guna memastikan penyebab kerusakan dan menentukan langkah perbaikan yang tepat. Ia menegaskan bahwa koordinasi ini penting agar penanganan kerusakan dapat menyeluruh sekaligus mencegah kejadian serupa di masa mendatang.