Bupati Meranti Resmikan Jalan Akses Wisata Telaga Air Merah

Meranti, Pariwisata29 Dilihat

Meranti (Riaunews.com) – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Pur) H Asmar meresmikan jalan yang dibangun PT Imbang Tata Alam (ITA) di Desa Tanjung, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu (16/5/2026).

Jalan sepanjang 1.600 meter dengan lebar 3 meter itu menjadi akses utama dari Selatpanjang menuju kawasan wisata Telaga Air Merah. Kehadiran jalan tersebut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan sektor ekonomi dan pariwisata daerah.

Peresmian jalan dilakukan bersamaan dengan pembukaan Festival Telaga Air Merah dan Kemah Budaya 2026 yang berlangsung pada 16–17 Mei 2026.

Festival Budaya Dorong Pariwisata Desa

Festival Telaga Air Merah tahun ini memasuki pelaksanaan keenam dan menghadirkan berbagai kegiatan budaya serta wisata masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi lomba pacu sampan dewasa dan pelajar, lomba mencucuk atap, lomba mewarnai tingkat TK/RA, malam apresiasi seni dan budaya, pertunjukan musik Melayu, seni tari, pelepasan lampion, hingga kemah budaya dan pembakaran api unggun.

Bupati Asmar mengatakan pembangunan infrastruktur jalan sangat penting untuk menunjang konektivitas masyarakat dan pengembangan kawasan wisata.

Menurutnya, akses jalan yang baik dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi wisata dan usaha masyarakat.

Kepala Desa Tanjung, Muhammad Anas, mengapresiasi dukungan PT ITA sebagai sponsor utama kegiatan festival. Ia menyebut kawasan Telaga Air Merah sebelumnya merupakan area yang kurang terkelola, namun kini berkembang menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi masyarakat.

“Pengembangan kawasan wisata ini juga memberi dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat desa, terutama usaha kecil selama festival berlangsung,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Act Area Manager PT ITA, Suprijanto, dan CSR Coordinator PT ITA, Arip Hidayatulloh. Arip mengatakan kolaborasi perusahaan dengan masyarakat Desa Tanjung dimulai sejak 2021, saat perusahaan melihat inisiatif warga mengembangkan kawasan terbengkalai menjadi area yang lebih produktif.