Menhut: Presiden Prabowo Alokasikan 1,4 Juta Hektare Hutan Adat untuk

Lingkungan, Nasional195 Dilihat

Brasil (Riaunews.com) – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa alokasi 1,4 juta hektare hutan adat merupakan bentuk nyata kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap lingkungan dan masyarakat adat. Pernyataan itu disampaikan Antoni saat mendampingi Utusan Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, dalam Climate Summit di Belem, Brasil, Kamis (6/11/2025).

“Bagian dari kepedulian Pak Presiden terhadap lingkungan sekaligus untuk masyarakat yang selama ini termarjinalkan,” ujar Antoni, dikutip Jumat (8/11/2025). Ia menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk memberikan hak seluas 1,4 juta hektare hutan adat kepada masyarakat hukum adat di seluruh Indonesia.

Dalam forum internasional tersebut, Hashim mewakili Presiden Prabowo menyampaikan secara resmi komitmen Indonesia untuk mengakui dan mengalokasikan 1,4 juta hektare hutan adat dalam empat tahun ke depan. “Awal tahun ini Presiden Prabowo mengumumkan kepada dunia komitmen kami untuk mengalokasikan 1,4 juta hektare dari hutan adat bagi masyarakat adat dan lokal,” ujar Hashim.

Delegasi Indonesia dalam Climate Summit terdiri dari Hashim Djojohadikusumo, Raja Juli Antoni, dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol, yang mewakili pemerintah dalam berbagai sesi diskusi di ajang COP 30 tersebut.

Sebelumnya, dalam forum United for Wildlife Global Summit di Rio de Janeiro pada 4 November 2025, Antoni menjelaskan bahwa pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Khusus Percepatan Pengakuan Hutan Adat sejak Maret 2025. Satgas ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo dengan target pengakuan 1,4 juta hektare hutan adat baru pada periode 2025–2029.

“Pengakuan hutan adat bukan hanya bentuk penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat, tetapi juga terbukti dapat menekan laju deforestasi hingga 30–50 persen,” pungkas Antoni.