Paris (Riaunews.com) – Formula 1 tengah mempertimbangkan perubahan besar dalam regulasi olahraga yang akan berlaku mulai musim 2026. Salah satu usulan paling menarik adalah pemberlakuan wajib dua kali pit stop dalam setiap balapan, sebuah langkah yang didorong oleh Liberty Media bersama sejumlah tim untuk meningkatkan keseruan dan dinamika lomba.
Dalam beberapa musim terakhir, mayoritas Grand Prix dimenangkan dengan strategi satu kali pit stop, berkat daya tahan tinggi ban Pirelli dan perhitungan simulasi tim yang membuat strategi tersebut paling efisien. Hanya dalam kondisi luar biasa, seperti hujan atau kehadiran safety car, tim memilih strategi dua kali berhenti. Situasi ini dinilai membuat balapan kurang menarik karena para pembalap cenderung menjaga kecepatan agar ban awet, bukan menekan performa maksimal.
Liberty Media ingin mengubah pola tersebut dengan mewajibkan dua kali pemberhentian pit stop, agar pembalap bisa lebih agresif dan balapan tak lagi berlangsung dalam “mode kereta.” Ide serupa pernah diterapkan di GP Qatar 2023, ketika FIA membatasi jumlah lap maksimum untuk tiap set ban demi alasan keselamatan. Hasilnya, balapan menjadi lebih dinamis karena para pembalap dapat menekan lebih keras tanpa khawatir degradasi ban.
Menurut laporan Motorsport.com, Komisi Formula 1 akan membahas proposal ini pada pertemuan berikutnya. Ada beberapa opsi yang sedang dikaji, di antaranya:
-
Kewajiban menggunakan tiga kompon ban berbeda dalam satu balapan, dengan urutan bebas.
-
Dua pit stop wajib tanpa batasan kompon, sehingga tim bisa memilih ban apa pun sesuai strategi.
-
Pembatasan jarak maksimum setiap set ban, misalnya tidak boleh digunakan lebih dari 45 persen total jarak balapan.
Namun, wacana ini tidak lepas dari perdebatan. Sebagian tim menilai kewajiban tiga kompon justru bisa membuat strategi lebih seragam, karena simulasi akan menunjukkan pilihan optimal yang sama bagi semua. Di sisi lain, pihak yang mendukung menyebut aturan dua pit stop akan membuka ruang kreativitas dan memperbanyak variasi taktik di lintasan.
Dengan regulasi teknis 2026 yang sudah menjanjikan perubahan besar pada mobil dan mesin, usulan ini dapat menjadi pelengkap revolusi olahraga F1. Komisi F1 diharapkan segera memutuskan apakah sistem dua pit stop wajib akan diadopsi, sementara para tim bersiap menimbang pro dan kontra dari simulasi mereka.
