Trump Umumkan Fase Kedua Gencatan Senjata Gaza

Internasional318 Dilihat

Sharm el-Sheikh (Riaunews.com) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan dimulainya fase kedua kesepakatan gencatan senjata Gaza, usai selesainya tahap pertama yang mencakup pembebasan 20 sandera Israel. Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui akun Truth Social, Rabu (15/10/2025).

Melansir dari Anadolu, kesepakatan tahap pertama dimediasi oleh Turki, Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir. Dalam unggahannya, Trump menyatakan bahwa seluruh sandera telah kembali dalam kondisi baik. “Semua dua puluh sandera telah kembali dan merasa sebaik yang diharapkan. Beban besar telah terangkat, tetapi pekerjaan belum selesai. Jenazah belum dikembalikan, seperti yang dijanjikan! Fase Dua dimulai sekarang juga!!!” tulis Trump.

Tahap pertama kesepakatan tersebut mencakup pertukaran sandera dan tahanan antara Hamas dan Israel, di mana ratusan tahanan Palestina dibebaskan sebagai imbalan atas kembalinya seluruh sandera Israel yang masih hidup. Kesepakatan ini disebut sebagai langkah penting menuju stabilitas di Gaza.

Trump kemudian melanjutkan upaya diplomasi dengan menggelar pertemuan tingkat tinggi bersama Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi di Sharm el-Sheikh. Pertemuan itu bertujuan menggalang dukungan internasional terhadap rencana gencatan senjata dan membahas masa depan politik Gaza.

Dalam fase kedua, kesepakatan mencakup pembentukan mekanisme pemerintahan baru di Gaza serta pasukan multinasional untuk menjaga keamanan. Rencana tersebut juga meliputi pelucutan senjata kelompok Hamas demi mencegah konflik bersenjata di masa depan.

Meski disebut sebagai tonggak baru menuju perdamaian, implementasi fase kedua ini diperkirakan menghadapi banyak tantangan. Kondisi Gaza yang masih memprihatinkan serta kompleksitas politik di kawasan membuat dunia internasional menunggu apakah inisiatif ini benar-benar akan membawa perdamaian yang berkelanjutan di Timur Tengah.