Penampakan Tiga Harimau Sumatera Gegerkan Kampar, BBKSDA Riau Turunkan Tim Gabungan

Kampar, Lingkungan334 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Tim gabungan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama aparat pemerintahan setempat bergerak menuju Desa Penghidupan, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar, setelah menerima laporan adanya penampakan tiga ekor harimau pada akhir September lalu.

“Petugas BBKSDA Riau diturunkan ke lokasi menindaklanjuti laporan Kapolsek Kampar Kiri Tengah, Iptu Ferry Curie Ambarita SH MH,” ujar Kepala BBKSDA Riau, Supartono, Sabtu (4/10/2025).

Menurut Supartono, penugasan ini bertujuan memverifikasi dan memastikan kebenaran laporan warga terkait keberadaan satwa dilindungi harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) di area kebun sawit milik mitra PT Flora Wahana Tirta, pada koordinat 0.128321, 101.324350.

Hasil pengukuran menunjukkan lokasi tersebut berjarak sekitar 45 kilometer dari kawasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling, yang merupakan habitat alami harimau sumatera.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan dari BBKSDA, kepolisian, dan pemerintah desa langsung turun ke lapangan untuk melakukan identifikasi awal,” jelas Supartono.

Di lapangan, tim mewawancarai tiga warga pelapor — Hendri Gule, Rito Widodo, dan Andri Miko — yang mengaku melihat tiga ekor harimau pada 28 September 2025 sekitar pukul 18.00 WIB.
Menurut keterangan mereka, satu harimau berukuran dewasa dan dua lainnya masih anakan. Namun karena panik, warga tidak sempat mengambil foto atau bukti visual lainnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, tim tidak menemukan tanda-tanda keberadaan harimau, seperti jejak kaki, cakaran, atau kotoran. Lokasi yang diperiksa juga merupakan area perkebunan sawit tanpa tegakan hutan, sehingga disimpulkan kemungkinan besar harimau hanya melintas.

Meski demikian, BBKSDA tetap meningkatkan pengawasan dan memberikan edukasi kepada warga sekitar agar tetap waspada.
Sebagai langkah antisipatif, warga diminta tidak beraktivitas sendirian di kebun setelah pukul 17.00 WIB dan sebelum pukul 07.00 WIB.

“Pihak PT Flora Wahana Tirta juga diimbau untuk memasang papan peringatan di area yang dilaporkan sebagai lokasi kemunculan harimau,” tambah Supartono.

BBKSDA juga meminta pemerintah desa setempat agar terus berkoordinasi dengan pihak konservasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, guna menghindari keresahan di tengah masyarakat.