BMKG Ingatkan Dampak Banjir Bisa Parah Akibat Infrastruktur Buruk

Lingkungan, Nasional330 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa faktor lingkungan dan infrastruktur yang buruk berpotensi memperparah dampak banjir di tengah musim hujan. Peringatan ini dikeluarkan seiring prediksi hujan deras yang akan mengguyur banyak wilayah Indonesia pada pertengahan September 2025.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut sistem drainase di sejumlah daerah belum mampu menyalurkan volume air hujan yang besar. Ia menegaskan, sedimentasi dan tumpukan sampah yang menyumbat saluran air semakin meningkatkan risiko genangan.

BMKG memprakirakan hujan lebat melanda Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Kalimantan Barat pada 12–14 September 2025. Wilayah lain seperti Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, dan DI Yogyakarta juga diprediksi diguyur hujan deras.

Selain itu, hujan intens juga berpotensi terjadi di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, serta Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Tengah, dan Papua Selatan. “Sedangkan angin kencang berpeluang terjadi di Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, dan Maluku,” kata Dwikorita di Jakarta, Sabtu (13/9/2025).

BMKG menambahkan, pada 15–18 September 2025, hujan lebat masih akan terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Potensi angin kencang juga tetap mengintai Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, dan Maluku.

Menurut Dwikorita, dinamika atmosfer yang kompleks turut memperkuat potensi bencana hidrometeorologi. Fase Dipole Mode Index (DMI) negatif (−1,27) dan anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) bernilai negatif disebut mendukung pembentukan awan hujan dalam skala luas.

Komentar