Petambak Banten Pastikan Udang Aman Dikonsumsi, Meski Industri Terdampak Isu Radiasi

Banten (Riaunews.com) – Para pengusaha tambak udang di Kabupaten Lebak dan Pandeglang, Banten, memastikan hasil tambak mereka aman dikonsumsi dan tidak terkontaminasi radioaktif.

Usmar Buntara, petambak asal Desa Muara, Kecamatan Wansalam, Lebak, menyatakan kualitas udang tetap terjaga dengan metode perawatan alami. “Saya jamin udang dari tambak kami aman. Sejak dahulu kami tidak menggunakan antivirus kimia. Kalau ada masalah penyakit, obat yang dipakai berbahan alami dan sudah sesuai izin pemerintah,” katanya, Rabu (10/9/2025).

Meski begitu, Usmar mengakui usaha tambak belakangan ini terdampak isu radiasi yang mengguncang pasar. Beberapa tambak di Banten menutup operasional sementara usai panen karena permintaan benih turun drastis.

Di wilayah Banten, produksi udang biasanya mencapai 13.000 ton per tahun. Namun, dari 34 tambak yang ada, kini hanya sekitar 20 tambak yang masih bertahan, sementara 11 lainnya sudah tutup.

Kondisi tersebut ikut memengaruhi tenaga kerja. Di Desa Tanjungan, Kecamatan Cikesik, Pandeglang, sekitar 70 persen masyarakat menggantungkan hidup dari usaha tambak udang. Beberapa petambak bahkan telah menghentikan pekerja harian.

“Sejak saya mulai usaha 1998, baru kali ini kondisi seberat ini. Kami para petambak berharap pemerintah, khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan, segera mengambil langkah cepat agar tambak-tambak tidak semakin banyak yang tutup,” pungkas Usmar.