Kuala Lumpur (Riaunews.com) – Sirkuit Internasional Sepang mengakui sulit mewujudkan kembalinya Formula 1 (F1) ke Malaysia setelah terakhir kali menggelar Grand Prix pada 2017. Direktur Sirkuit Sepang, Azhan Shafriman Hanif, mengatakan biaya besar menjadi penghalang utama. Ia menyebut biaya penyelenggaraan mencapai 70 juta dolar AS atau sekitar Rp1,1 triliun per musim, belum termasuk ongkos organisasi.
Azhan menegaskan pihaknya tidak ingin mengulangi kesalahan di masa lalu dengan melepas F1 begitu saja. Namun, ia juga menekankan prioritas saat ini adalah memperpanjang kontrak MotoGP. Malaysia bahkan dijadwalkan menjadi tuan rumah presentasi resmi kejuaraan dunia motor pada awal 2026.
Menurut Azhan, peluang Malaysia untuk kembali menggelar F1 tetap terbuka, tetapi membutuhkan dukungan penuh dari semua pihak. Ia mencontohkan Singapura yang berhasil menyelenggarakan F1 berkat kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan industri pariwisata. “Harus seperti itu jika kita ingin F1 kembali,” ujarnya dikutip New Strait Times.
Meski penuh tantangan, banyak pihak di Malaysia, baik masyarakat maupun sektor swasta, masih berharap F1 dapat kembali ke Sepang. Namun, kepastian itu akan bergantung pada strategi pembiayaan dan kemampuan mengelola investasi jangka panjang agar tidak merugikan negara maupun penyelenggara.
