Tel Aviv (Riaunews.com) – Ratusan ribu warga Israel turun ke jalan pada Ahad (17/8/2025) menuntut perang Gaza segera diakhiri serta mendesak kesepakatan pembebasan para sandera yang masih ditahan Hamas. Aksi terbesar berlangsung di “Lapangan Sandera” Tel Aviv dan disertai mogok nasional yang melumpuhkan jalan, kantor, dan universitas. Polisi melaporkan hampir 40 orang ditangkap.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengecam demonstrasi tersebut dengan alasan hanya memperkeras sikap Hamas. Menteri Keuangan Bezalel Smotrich bahkan menyebut aksi itu sebagai kampanye berbahaya. Namun keluarga sandera tetap mendesak kesepakatan damai, termasuk Einav Zangauker yang menuntut pembebasan putranya dan menyebut perang yang berlangsung “sia-sia.”
Protes ini berlangsung sepekan setelah kabinet perang Israel memutuskan untuk menduduki Kota Gaza, langkah yang dikecam Dewan Keamanan PBB. Sementara itu, serangan udara Israel di distrik Zeitoun akhir pekan lalu menewaskan sedikitnya 40 orang dan memperburuk kondisi kemanusiaan.
Menurut data PBB, lebih dari 61.000 warga Palestina tewas sejak perang pecah pada Oktober 2023, sementara sekitar 1,9 juta orang atau 90 persen populasi Gaza terpaksa mengungsi di tengah risiko kelaparan meluas.
