Kepala Seksi Operasi Basarnas Mentawai, Dhio, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan kecelakaan pada pukul 17.40 WIB. Tim SAR gabungan segera diterjunkan ke lokasi kejadian dengan estimasi waktu tempuh sekitar satu setengah jam dari Dermaga Tuapejat.
“Kapal tersebut mengangkut 18 orang. Delapan di antaranya berhasil selamat setelah berenang menggunakan pelampung menuju wilayah Dusun Mapinang, Desa Sikakap,” ujar Dhio, dikutip dari Antara.
Para korban selamat terdiri dari kru kapal, pegawai instansi pemerintah, dan pekerja swasta. Sementara itu, sepuluh penumpang lainnya masih dinyatakan hilang. Mereka terakhir kali terlihat mengapung sebelum hilang kontak dengan tim penyelamat.
Dhio menambahkan, identitas para korban yang masih dicari belum diungkapkan ke publik demi menghormati privasi keluarga. Operasi pencarian dan penyelamatan hingga kini masih terus berlangsung, melibatkan unsur SAR gabungan dari berbagai instansi.
Diduga, kecelakaan kapal ini terjadi akibat cuaca buruk yang melanda wilayah perairan Mentawai pada hari kejadian. Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan informasi pribadi korban secara sembarangan dan menunggu perkembangan resmi dari pihak terkait.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi kapal maupun penyebab pasti insiden tersebut.