Serangan Zionis Belum Usai, Saatnya Umat Tidak Bercerai Berai

Internasional, Opini30 Dilihat

Oleh Sri Lestari, ST

Tiga tahun serangan brutal Zionis terhadap Palestina masih terus berlangsung. Kementerian Pendidikan Palestina, pada Rabu, 7 Oktober 2026 merilis data sebanyak 20.748 pelajar Palestina dan 1.058 tenaga pendidik serta administrasi tewas di jalur Gaza dan Tepi Barat selama tiga tahun berlangsungnya konflik. Sungguh angka yang menyedihkan.

Dalam periode yang sama, pasukan dan warga Israel secara brutal meningkatkan serangan di Tepi Barat. Serangan yang mereka lakukan benar-benar tidak manusiawi. Serangan brutal Zionis tertuju pada semua lapisan manusia, baik anak-anak, bayi maupun wanita. Mereka tidak memperhatikan siapa target yang akan mereka serang. Siapapun itu, ketika ada di wilayah Palestina menjadi sasaran Zionis. Dari serangan Zionis, sebanyak 1.210 warga Palestina tewas, sebanyak 13. 350 yang terluka, dan lenih 24.600 orang ditahan.

Tujuan utama serangan Zionis sebenarnya adalah genosida dan perampasan wilayah Palestina. Zionis mengerahkan seluruh kekuatan yang dimiliki untuk menjajah Palestina, begitu juga warga Palestina mengerahkan seluruh tenaga untuk mempertahankan Palestina, kekuatan terbesar yang dimiliki warga Palestina adalah keyakinan akan pertolongan dari Allah.

Bukti Kejahatan Perang Sudah di Depan Mata

Brutalnya serangan Zionis telah menyasar pelajar dan sekolah. Hal demikian telah memperlihatkan kepada kita bukti kejahatan perang. Melihat kebengisan serangan Zionis para pemimpin negara adidaya, lembaga Internasional dan penguasa-penguasa negeri muslim hanya mengecam. Tidak ada yang mengirimkan pasukan perang untuk melindungi Palestina. Tampak jelas mereka tidak berdaya untuk menghentikan kejahatan Zionis.

Saat ini Palestina berjuang sendiri, padahal negeri-negeri muslim banyak dan cukup luas namun tidak menjadi umat yang satu.

Kebrutalan serangan Zionis dapat terhentikan tatkala umat dari seluruh penjuru negeri muslim bersatu, membentuk kekuatan global baru membebaskan Palestina. Sebenarnya yang dibutuhkan Palestina adalah hadirnya negara yang berani mengusir penjajah, bukan negara yang hanya mengecam Zionis namun tidak mengirim pasukan untuk mengusir Zionis dari Palestina.

Umat Islam Harus Bersatu

Bersatunya umat dapat terwujud hanya dengan naungan sistem kehidupan Islam. Hadirnya negeri yang menerapkan Islam akan mengerahkan pasukan untuk menyerang dan mengusir penjajah. Jihad dalam Islam memiliki arti membebaskan manusia dari kekufuran bukan untuk penjajahan apalagi genosida. Jihad wajib dilakukan untuk melawan penjajahan dan membela kehormatan kaum muslim.

Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Surat Ali-Imran ayat: 103:

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara…”.

Tatkala negara Islam melakukan jihad, pasukan benar-benar memperhatikan dalam berperang. Meskipun perang, pasukan tidak boleh menyerang warga sipil, anak-anak, wanita, lansia dan tumbuhan tidak boleh dirusak. Jihad dapat dilakukan tatkala sudah ada negara yang menerapkan sistem Islam. Maka dari itu, Langkah awal untuk menyelamatkan Palestina adalah mengembalikan kembali negara yang menerapkan Islam, seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW mendirikan Daulah Islam di Madinah. Setelah Madinah menjadi Daulah Islam, Rasulullah menaklukkan Jazirah Arab.

Hadirnya negara yang menerapkan Islam menjalankan misi dakwah untuk menebar rahmat bagi seluruh umat manusia baik muslim maupun non muslim. Negara Islam tidak hanya dibutuhkan oleh umat Islam, namun urgen untuk membangun peradaban manusia yang mulia. Dengan demikian tampak jelas, langkah awal untuk mengusir penjajah dari Palestina adalah mewujudkan sistem Islam dan umat tidak bercerai berai, umat harus bersatu.

Komentar