Tumbuh 7,39 Persen dan Investasi Rp9,28 Triliun, Wali Kota Pekanbaru Raih CNN Indonesia Awards 2026

Capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 7,39 persen dan realisasi investasi Rp9,28 triliun mengantarkan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, meraih penghargaan CNN Indonesia Awards 2026.

Agung menerima penghargaan kategori Excellence in Accelerating Urban Economic Growth and Investment dalam ajang CNN Indonesia Awards 2026 yang berlangsung di Ballroom Dua Mutiara, JW Marriott Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Penghargaan tersebut diberikan atas capaian Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, serta membuka ribuan kesempatan kerja bagi masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar, ekonomi Pekanbaru pada triwulan II 2026 tumbuh 7,39 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen dan Provinsi Riau sebesar 4,75 persen.

Sementara itu, realisasi investasi Pekanbaru sepanjang Januari-September 2026 mencapai Rp9,28 triliun dengan penyerapan 8.534 tenaga kerja Indonesia.

Agung mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta dukungan masyarakat dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

“Ini tentu wujud penghargaan sekaligus prestasi yang ditorehkan oleh kita semua. Ini bukan hanya kerja wali kota atau wakil wali kota, tetapi kerja seluruh perangkat daerah, Forkopimda, dan dukungan masyarakat,” kata Agung usai menerima penghargaan.

Pertumbuhan Ekonomi Ditopang Aktivitas Padat Karya

Agung menyebutkan, salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi Pekanbaru adalah aktivitas ekonomi yang bersifat padat karya. Model pertumbuhan ini dinilai memberikan manfaat lebih luas karena perputaran ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurutnya, investasi yang masuk tidak hanya dilihat dari besarnya modal yang ditanamkan, tetapi juga dampaknya terhadap aktivitas usaha dan penciptaan lapangan kerja.

“Setelah berdiskusi dengan BPS, salah satu faktor yang kami gali adalah pertumbuhan ekonomi yang ditopang padat karya, bukan hanya padat modal. Kalau padat modal, manfaatnya mungkin dinikmati segelintir pihak. Tetapi kalau padat karya, manfaatnya bisa dirasakan seluruh masyarakat,” jelasnya.

Berdasarkan data realisasi investasi, penanaman modal di Pekanbaru sepanjang Januari-September 2026 mencapai Rp9,28 triliun dan menyerap 8.534 tenaga kerja Indonesia.

Tren peningkatan juga terlihat pada realisasi investasi semester I. Pada 2024, investasi tercatat Rp2,979 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp5,444 triliun pada 2025 dan kembali naik menjadi Rp7,353 triliun pada 2026.

Dengan demikian, investasi semester I 2026 tumbuh 35,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan 2024, peningkatannya mencapai sekitar 147 persen.

Jumlah proyek investasi juga bertambah dari 4.187 proyek pada semester I 2024 menjadi 7.737 proyek pada semester I 2026, atau meningkat 84,79 persen.

Dari total investasi semester I 2026 sebesar Rp7,353 triliun, penanaman modal dalam negeri mencapai Rp6,116 triliun, sedangkan penanaman modal asing sebesar Rp1,237 triliun.

Inflasi Terkendali dan Pelayanan Investasi Diperkuat

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Pekanbaru turut didukung kondisi inflasi yang relatif terkendali. Pada Oktober 2026, inflasi tahunan Pekanbaru tercatat 2,69 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 3,23 persen dan Provinsi Riau sebesar 3,09 persen.

Sementara itu, inflasi sejak awal tahun hingga Oktober 2026 mencapai 1,86 persen. Angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan nasional sebesar 2,40 persen dan Riau sebesar 2,08 persen.

Pertumbuhan ekonomi Pekanbaru ditopang sejumlah sektor utama, di antaranya perdagangan, konstruksi, dan industri pengolahan. Sektor-sektor tersebut turut memperkuat posisi Pekanbaru sebagai pusat perdagangan dan jasa di Provinsi Riau.

Untuk mendukung perkembangan tersebut, Pemko Pekanbaru terus memperkuat kemudahan pelayanan bagi masyarakat dan pelaku usaha melalui berbagai inovasi. Di antaranya SIP AMAN, Mal Pelayanan Publik Mini, serta Mal Pelayanan Publik Keliling.

Upaya peningkatan pelayanan itu turut mendapat pengakuan melalui predikat Sangat Baik dalam Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Pemerintah Daerah Tahun 2026 dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.

CNN Indonesia Awards 2026 menambah deretan penghargaan yang diterima Pekanbaru. Sebelumnya, kota ini meraih Peringkat I Riau Investment Award 2026, Top Regional Leader Awards 2026 kategori Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kota, serta detikSumatera Awards 2026 kategori Percepatan Investasi dan Pembangunan Berbasis Ekologi.

Agung berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Pemko Pekanbaru untuk terus menjaga iklim investasi, meningkatkan pelayanan, serta memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan dampak nyata bagi masyarakat.