Hampir 5 Bulan Tak Bisa Berjualan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran Imbas Pengerjaan IPAL

Pekanbaru (Riaunews.com) – Seorang pedagang warung harian di Jalan Cempaka, Kota Pekanbaru, Riau, mengeluhkan dampak pengerjaan perbaikan lubang kontrol (manhole) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum kunjung tuntas. Selain membuat aktivitas usahanya terganggu, pekerjaan tersebut disebut menyebabkan kerusakan pagar dan lantai serta membuat warungnya kebanjiran saat hujan.

Pedagang bernama Yong itu menyampaikan keluhannya kepada Riauaktual.com, Minggu (25/10/2026). Warung miliknya berada tepat di depan lokasi perbaikan lubang kontrol IPAL.

“Sudah hampir 5 bulan saya tidak berjualan. Berapa kerugian usaha dagang saya akibat adanya perbaikan ini,” ungkap Yong.

Ia mengatakan, air hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi kerap menggenangi warungnya. Kondisi tersebut membuat barang dagangan yang disimpan di bagian bawah terendam air, seperti yang terjadi pada Sabtu (24/10/2026).

“Kalau hujan deras banjir sampai masuk ke dalam warung. Seperti yang terjadi hari Sabtu (24/10/2026) semalam,” katanya.

Yong juga mengeluhkan kerusakan pagar dan lantai di depan warungnya. Selain itu, genangan air di parit menimbulkan bau tidak sedap karena alirannya tidak lancar.

Pekerjaan Melewati Target Penyelesaian

Yong menunjukkan surat pemberitahuan dari Hutama Karya-Roa Lisca, KSO, tertanggal 1 Juni 2026 dengan nomor 753/OY/HKROSA-PU/SC-2/VI/2026. Surat tersebut berisi pemberitahuan perbaikan Pipa Air Limbah Kota Pekanbaru Paket SC2 di Jalan Cempaka, tepatnya pada titik MH-80.

Menurut Yong, surat tersebut menyebut pekerjaan perbaikan dimulai pada Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada Agustus 2026. Namun, hingga Minggu (25/10/2026), pekerjaan belum juga tuntas.

“Ini sudah lebih dari waktu yang mereka rencanakan tidak kunjung selesai perbaikannya. Yang saya lihat sendiri sudah 1 bulan ini pekerjaan tidak dilanjutkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, surat pemberitahuan tersebut juga mencantumkan rencana perbaikan terhadap kerusakan halaman, pagar, dan bangunan yang terdampak pekerjaan.

“Bagaimana mau diperbaiki bangunan saya yang rusak, pekerjaan perbaikannya sendiri saja belum selesai hingga saat ini. Apalagi genangan air parit menimbulkan bau tidak sedap karena tidak lancar alirannya,” pungkas Yong.

Ia berharap pekerjaan perbaikan IPAL segera diselesaikan agar dap