Bukan Sekadar Seminar, Pemuda ICMI Dorong UMKM Perluas Pasar Lewat Kolaborasi Bisnis

JAKARTA (Riaunews.com) – Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak cukup hanya dengan meningkatkan kualitas produk. Akses pembiayaan, inovasi, pemasaran, dan kemitraan bisnis juga menjadi faktor penting agar pelaku usaha mampu berkembang dan bersaing.

Semangat tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional Pemberdayaan UMKM dan Koperasi yang digelar Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Gedung Pertemuan Lantai III ICMI Center, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (25/10/2026).

Mengusung tema “Bergerak Bersama, Tumbuh Berdaya: Transformasi UMKM dan Koperasi Menuju Ekonomi Mandiri, Inovatif, dan Berdaya Saing”, kegiatan ini diikuti 50 peserta dari kalangan pelaku UMKM, koperasi, dan masyarakat.

Seminar tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus membuka peluang kolaborasi bagi pelaku usaha untuk memperkuat bisnis di tengah persaingan ekonomi yang semakin dinamis.

Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Hj. Evita Wari, Ketua Departemen UMKM, Koperasi, dan Ekonomi Partai Hanura; Prof. Dr. H. Sarji Ahmad Bisri, S.H., M.Pd., M.M., Dewan Pakar Partai Hanura sekaligus Ketua Panitia Seminar; serta Ketua Umum Harakah Badan Koordinasi Mubalig se-Indonesia (BAKOMUBIN), Dr. H. Nur Raihan, S.H.I., M.H., M.A. serta dari organisasi masyarakat serta mahasiswa.

Empat narasumber kupas strategi pengembangan usaha

Untuk memberikan wawasan yang beragam, seminar menghadirkan empat narasumber dengan kompetensi di bidang ekonomi, teknologi, pembiayaan, dan pengembangan bisnis.

Prof. Dr. Ir. Hermanto Siregar, M.Ec. membahas peluang usaha serta pengembangan UMKM dan koperasi. Materi ini memberikan perspektif mengenai pentingnya memperkuat kapasitas usaha agar dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Roni Nugraha, S.Si., M.Sc., Ph.D. memaparkan inovasi teknologi hasil perairan yang berpotensi meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka peluang usaha baru.

Sementara itu, Akhmad Albaasithu membahas strategi pembiayaan dan penguatan UMKM. Akses terhadap pembiayaan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar pelaku usaha dapat mengembangkan kegiatan bisnisnya.

Narasumber lainnya, Coach Adam Rose dari SR12, membawakan materi bertajuk “Jangan Tunggu Sukses untuk Memulai: Strategi Membangun Kesuksesan dari Sekarang”.

Materi tersebut mengajak peserta untuk berani memulai usaha, menjaga konsistensi, dan memanfaatkan peluang yang tersedia.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka menyimak pemaparan narasumber dan mengikuti pembahasan mengenai inovasi, pengembangan produk, pembiayaan, serta strategi membangun usaha yang lebih kompetitif.

KOIN pertemukan peluang usaha dan kemitraan

Salah satu agenda penting dalam seminar ini adalah pengenalan Kolaborasi Inkubator Bisnis Indonesia (KOIN), yang dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara KOIN dan pelaku bisnis.

Langkah tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan kemitraan, pendampingan usaha, dan perluasan jaringan bisnis. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, UMKM dan koperasi diharapkan memiliki lebih banyak peluang untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat strategi pemasaran, dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain forum seminar, panitia juga menghadirkan stan UMKM. Fasilitas ini menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk kepada peserta sekaligus membuka kesempatan untuk menjajaki kerja sama.

Kehadiran stan UMKM memperkuat pesan bahwa pemberdayaan usaha perlu disertai ruang promosi dan pertemuan langsung antara pelaku bisnis dengan calon mitra.

Sarji: Penguatan UMKM perlu langkah nyata

Ketua Panitia Seminar, Prof. Dr. H. Sarji Ahmad Bisri, S.H., M.Pd., M.M., menekankan pentingnya penguatan kapasitas UMKM dan koperasi melalui peningkatan pengetahuan, inovasi, serta perluasan jaringan bisnis.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang memberikan manfaat bagi pelaku usaha.

Pengembangan UMKM, menurut arah kegiatan ini, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha, akademisi, lembaga pendukung, hingga organisasi kemasyarakatan.

Melalui seminar ini, Pemuda ICMI mendorong penguatan UMKM dan koperasi melalui pendampingan, inovasi produk, akses pembiayaan, pemasaran, serta kemitraan bisnis.

Semangat “Bergerak Bersama, Tumbuh Berdaya” menjadi pengingat bahwa kemajuan UMKM bukan hanya ditentukan oleh kemampuan masing-masing pelaku usaha, melainkan juga oleh kesempatan untuk saling terhubung, berkolaborasi, dan tumbuh bersama. (Fitro)