Pekanbaru (Riaunews.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi udara kabur masih mendominasi wilayah Provinsi Riau pada Rabu (21/10/2026). Suhu udara di sejumlah kabupaten dan kota diprakirakan berkisar 23–32 derajat Celsius.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, kondisi udara kabur berpotensi terjadi di seluruh wilayah Riau, termasuk Kota Pekanbaru, Dumai, Kabupaten Kampar, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kuantan Singingi, dan Kepulauan Meranti.
Selain kondisi udara kabur, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru sebelumnya mengeluarkan peringatan dini untuk sejumlah wilayah pada dini hari.
Hujan Lebat Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah
Peringatan dini BMKG pada Rabu dini hari mencakup Kecamatan XIII Koto Kampar di Kabupaten Kampar, Kecamatan Rokan IV Koto dan Pendalian IV Koto di Kabupaten Rokan Hulu, serta Kecamatan Singingi di Kabupaten Kuantan Singingi.
Potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang tersebut juga dapat meluas ke sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Kampar, Bengkalis, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kuantan Singingi, Kepulauan Meranti, serta Kota Dumai.
Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Pengendara juga perlu berhati-hati ketika hujan mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan licin.
Suhu Udara Riau Berkisar 23–32 Derajat Celsius
BMKG mencatat suhu udara di Riau bervariasi antardaerah. Kabupaten Kuantan Singingi dan Indragiri Hulu diprakirakan memiliki suhu terendah sekitar 23 derajat Celsius, sedangkan suhu tertinggi mencapai 32 derajat Celsius di Kabupaten Bengkalis.
Di Kota Pekanbaru, suhu udara diprakirakan berkisar 24–31 derajat Celsius. Kondisi udara kabur diperkirakan masih menyertai aktivitas masyarakat sepanjang hari.
Masyarakat diimbau memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu. Warga juga perlu menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca dan mengantisipasi potensi hujan disertai petir maupun angin kencang.
