Pekanbaru (Riaunews.com) — Hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Riau pada Senin (19/10/2026). Di sisi lain, kondisi udara berkabut akibat asap masih perlu diwaspadai masyarakat, terutama di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), prakiraan cuaca di sejumlah wilayah Riau menunjukkan kondisi udara kabur, sementara hujan ringan berpeluang terjadi di beberapa daerah. BMKG juga memasukkan Riau dalam wilayah yang perlu mewaspadai peningkatan hujan dengan intensitas sedang pada periode 19–22 Oktober 2026.
Di Kota Pekanbaru, suhu udara diprakirakan berkisar 24–32 derajat Celsius. Kondisi udara kabur berpotensi terjadi sepanjang hari, sehingga masyarakat perlu memperhatikan kondisi lingkungan saat beraktivitas di luar ruangan.
Hujan Berpotensi Disertai Petir dan Angin Kencang
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca, terutama kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Dalam prakiraan cuaca periode 19–22 Oktober 2026, BMKG menyebut Riau sebagai salah satu wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan hujan dengan intensitas sedang. Masyarakat diimbau memantau informasi dan peringatan dini cuaca terbaru untuk mengantisipasi perubahan kondisi di wilayah masing-masing.
Masyarakat Diimbau Waspadai Kabut Asap
Selain potensi hujan, kondisi udara di Riau juga menjadi perhatian. Data BMKG menunjukkan kondisi udara kabur di sejumlah kabupaten dan kota, termasuk Pekanbaru, Dumai, Bengkalis, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Siak, dan Kepulauan Meranti.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap semakin pekat. Penggunaan masker juga perlu dipertimbangkan untuk mengurangi paparan polutan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.
Warga juga diharapkan terus memantau perkembangan prakiraan cuaca dan kualitas udara melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi potensi hujan maupun dampak kabut asap.







Komentar