Pekanbaru (Riaunews.com) – Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik tingkat PAUD hingga SMP di Kota Pekanbaru berpotensi diperpanjang. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan kembali mengevaluasi kebijakan tersebut jika kualitas udara masih berada pada kategori sangat tidak sehat dan berdampak terhadap kesehatan peserta didik.
Hingga Rabu (7/10/2026), kualitas udara Kota Pekanbaru masih belum menunjukkan perbaikan. Kondisi udara berada pada level merah atau kategori sangat tidak sehat.
Pemko Pekanbaru sebelumnya menerapkan PJJ sejak Selasa (6/10/2026) sebagai langkah mengurangi risiko paparan udara tidak sehat terhadap peserta didik. Kebijakan tersebut berlaku bagi jenjang PAUD hingga SMP.
PJJ Diperpanjang Jika Kualitas Udara di Atas 200
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan keberlanjutan PJJ akan mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan dampaknya terhadap kesehatan peserta didik.
“Kita masih melakukan pemantauan kondisi kualitas udara. Kalau masih berdampak bagi kesehatan sesuai dengan edaran Kemendikdasmen ya kita lanjutkan PJJ. Kalau masih di atas 200 grafik kualitas udara maka PJJ diperpanjang,” kata Abdul Jamal.
Menurutnya, keputusan memperpanjang PJJ tidak hanya menjadi kewenangan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru. Pemko akan membahas kondisi tersebut bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait.
“Nanti sore kami akan bahas kembali dengan sejumlah dinas dan instansi terkait, guna memastikan kualitas udara kota,” jelasnya.
Pembelajaran Tetap Berjalan dari Rumah
Abdul Jamal mengatakan hasil pembahasan bersama OPD dan instansi terkait akan menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan apakah PJJ masih perlu dilanjutkan.
Selama PJJ diterapkan, proses pembelajaran tetap berjalan. Peserta didik mengikuti kegiatan belajar melalui modul pembelajaran dan penugasan berbasis rumah.
Di tengah kondisi udara yang belum membaik, Abdul Jamal mengimbau peserta didik tetap menjaga kesehatan selama beraktivitas.
“Kami imbau para peserta didik tetap menjaga kesehatan dengan mengenakan masker,” pungkasnya.
