Impor Riau 2025 Turun 16,39 Persen, Mesin dan Pesawat Mekanik Anjlok

Pekanbaru (Riaunews.com) – Nilai impor Provinsi Riau sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat US$1,638 miliar. Angka tersebut turun 16,39 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Asep Riyadi mengatakan penurunan juga terjadi pada impor nonmigas. Nilai impor nonmigas selama 2025 tercatat US$1,481 miliar atau turun 16,20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Khusus Desember 2025, nilai impor Riau mencapai US$139,15 juta atau turun 15,58 persen dibandingkan Desember 2024.

“Impor nonmigas Desember 2025 mencapai US$114,80 juta, turun 16,37 persen dibanding Desember 2024. Sedangkan impor migas mencapai US$24,35 juta atau turun 11,67 persen,” ujar Asep.

Impor Mesin dan Pesawat Mekanik Turun Tajam

Dari 10 komoditas dengan nilai impor nonmigas terbesar sepanjang Januari–Desember 2025, mesin-mesin dan pesawat mekanik mencatat penurunan terbesar. Nilai impornya turun US$173,49 juta atau 52,68 persen.

Sebaliknya, pupuk menjadi komoditas yang mencatat peningkatan terbesar. Nilai impornya naik US$30,61 juta atau 10,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi negara asal, Tiongkok menjadi pemasok barang impor nonmigas terbesar ke Riau dengan nilai US$270,84 juta atau 18,28 persen. Posisi berikutnya ditempati Kanada sebesar US$218,77 juta atau 14,76 persen dan Vietnam US$144,46 juta atau 9,75 persen.

Secara kawasan, impor nonmigas Riau dari negara-negara ASEAN mencapai US$453,64 juta atau 30,62 persen. Sementara impor dari Uni Eropa tercatat US$180,04 juta atau 12,15 persen.

Impor Barang Modal dan Konsumsi Ikut Menurun

Berdasarkan golongan penggunaan barang, penurunan impor terjadi pada seluruh kelompok utama sepanjang 2025.

Nilai impor barang modal turun 57,48 persen menjadi US$121,91 juta. Penurunan lebih dalam terjadi pada barang konsumsi yang merosot 84,18 persen menjadi US$7,31 juta.

Sementara itu, impor bahan baku dan penolong turun 7,22 persen menjadi US$1.508,79 juta.

Di tingkat nasional, neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 masih mencatat surplus US$19,73 miliar. Surplus tersebut berasal dari sektor nonmigas sebesar US$18,75 miliar dan sektor migas US$0,98 miliar.