Pekanbaru (Riaunews.com) – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Pekanbaru, Jumat (2/10/2026) siang. Kondisi tersebut berdampak pada kualitas udara yang berada dalam kategori tidak sehat.
Berdasarkan pemantauan BMKG pada pukul 15.00 WIB, konsentrasi partikulat PM2.5 di Pekanbaru terpantau pada kategori tidak sehat.
Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin mengatakan, kondisi kabut asap tersebut bukan berasal dari titik api di wilayah Pekanbaru. Pemerintah kota memastikan tidak ada hotspot yang terdeteksi di dalam wilayah kota.
Asap Diduga Berasal dari Wilayah Selatan
Zulhelmi mengatakan, kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru diduga merupakan asap kiriman dari wilayah selatan Pulau Sumatera. Kondisi tersebut dipengaruhi arah angin yang bergerak dari selatan menuju utara.
“Nah, tapi memang titik api itu tidak ada di Pekanbaru ini. Jadi (angin) arahannya itu masih sama dari selatan menuju ke utara,” kata Zulhelmi.
Ia menyebut hingga Jumat belum ada laporan tambahan titik api di wilayah Pekanbaru. Pemko juga terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk memantau kondisi karhutla.
“Informasinya sementara masih itu. Ya, dari Polresta, Kodim, belum ada melaporkan bahwa ada tambah titik api. Jadi, status kita masih nol ya hotspot,” ujarnya.
Warga Diimbau Tidak Membakar Sampah
Di tengah kondisi udara yang kurang sehat, Zulhelmi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan. Ia meminta warga tidak melakukan pembakaran sampah yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas.
“Jangan bakar sampah. Nanti tujuannya jangan gara-gara bakar sampah merembet akan menimbulkan kebakaran lahan,” jelasnya.
Zulhelmi juga berharap hujan kembali mengguyur Pekanbaru. Menurutnya, hujan yang turun dalam beberapa hari sebelumnya sempat membantu memperbaiki kualitas udara di Kota Pekanbaru.







Komentar